Erin · Saskia

Cerita akhir pekan yang lalu: ke Yogyakarta

Weekend yang lalu, kami ke Yogyakarta, which is my favorite city in Indonesia :). Pokoknya selalu senang dan semangat kalau ada acara ke Yogya, entah itu honeymoon, khusus liburan atau kondangan, bahkan dinas atau pelatihan dari kantor. Nah, kemarin itu adalah dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan yang kami sekeluarga kenal orang tua dan anaknya. Jadi berangkatlah kami semua plus Saskia dan Areta, dan pak supir.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya ke sana, terutama on weekend, cari hotel pastilah susah. Apalagi kamis kemarin kan tanggal merah, sehingga jum’at itu hari kejepit di mana banyak orang memanfaatkan kesempatan untuk bolos ijin dan meliburkan diri. Jadi, daripada nanti capek dan buang2 waktu di Yogya untuk cari hotel dadakan, 2 hari sebelum berangkat aku cari2 hotel via internet (baca: http://www.yogyes.com). Capek juga ternyata, dan cukup susah cari penginapan untuk kami bertujuh yang muat dalam 1 hotel, dengan harga yang murah namun dengan fasilitas yang baik, bersih dan dekat dengan lokasi kondangan di tengah kota, hehehe.

Enaknya di Indo, kalau info di internet agak membingungkan, atau kita ada pertanyaan, untuk mendapatkan jawaban, langsung telefon saja, beres deh, langsung mendapat jawabannya. Tidak usah menunggu2 email (soalnya kalau di Eropa, telefon selain mahal juga kan bisi salah tangkap dengar logat bahasa Inggris orang2 berbagai bangsa), atau sibuk isi form (plus cari pinjaman kartu kredit teman) untuk booking hotel di Eropa :D.

Jadilah aku sibuk telefon hotel sana-sini, dan kebanyakan sudah penuh, tidak ada kamar tersedia untuk menginap pada hari sabtu malam minggu. Entah berapa hotel yang kutelefon hingga akhirnya ada kabar gembira, dan pas benar, tersedia 1 family room dan 1 deluxe di Hotel Kusuma, Condong Catur. Kebetulan yang luar biasa. Memang kita perlunya ya 2 jenis kamar itu, dan kebetulan memang tinggal 2 kamar itu yang tersedia. Lokasinya memang tidak di tengah kota sih, di luar north ring road, tapi tidak jauh2 amat. Tidak masalah lah kalau bawa mobil sendiri.

Kalau kita booking via internet kan bayar di muka pakai kartu kredit. Berhubung kita booking via telefon2an, mereka juga butuh kepastian, jadilah kita bayar minimal 50% harga total, lewat transfer ATM. Gambling juga sih, modalnya ya percaya saja dengan semua informasi yang kita dapat lewat internet, semoga hotelnya baik2 saja kondisinya, sesuai dengan yang diharapkan. Bagusnya sih baca juga review / pengalaman2 orang yang pernah menginap di sana di www.tripadvisor.com. So far, dari pengalaman2 yang lalu2, komentar2nya juga rating-nya cukup bisa diandalkan dalam memilih penginapan.

Tibalah saat keberangkatan di hari Sabtu. Rencana berangkat jam 7 pagi, namun ada insiden kecil: keran air patah, jadi mesti panggil tukang ledeng dulu buat perbaiki. Senangnya Saskia sudah agak gedean. Kalau mau pergi2 bawaannya tidak serepot dan seheboh jaman dia masih 1 tahun. Makanan sudah mengikuti orang dewasa. Makannya juga gampang, dan ngemilnya banyak. Sudah tidak pakai pampers selama dalam keadaan terjaga, walau belum bisa nahan kebelet pipis lama2. Jadi kalau dia bilang mau pipis harus cepat2 dibawa ke kamar mandi, kalau enggak bisa ngompol di sembarang tempat. Makanya aku masih bawa pampers kalau pergi sama Saskia, untuk antisipasi kalau dia kebelet pipis tapi tidak bisa dengan segera ketemu kamar mandi, ya langsung kupakaikan pampers saja, daripada ngompol.

Oh ya sebelum masuk Yogyakarta, kami makan di Pring Sewu. Tempatnya enak dan nyaman banget untuk santai2 bareng keluarga. Saung2nya banyak. Areanya sebelahan sama sawah. Banyak mainannya: ayunan, perosotan, meja putar, bola. Suasananya asri, hijau, apik tertata. Ada jualan batiknya juga, dan boleh belajar mbatik di situ. Makanannya juga enak dan pelayanannya cepat. Berhubung ada 2 anak kecil, pas kita mau selesai makan ada hiburannya juga untuk anak2. Jadi ada mbak2 datang ke saung kami, terus nawarin sulap buat anak2. Kirain sulap apaan gitu ya yang bisa bikin kita takjub. Ternyata ya sulap2an untuk kelas Saskia dan Areta. Kartu yang bisa dibalik tapi bisa menampilkan 2 bentuk gambar yang berbeda. Gitu doang, hehehe. Saskia dan Areta juga dapat oleh2 balon berbentuk pedang. Mbaknya sendiri yang bentukin balonnya jadi pedang. Pulangnya juga dapat oleh2 bibit tanaman, ada 2 pilihan: sirsak atau alpukat. Pilih sirsak deh, berhubung alpukat kan pohonnya bakalannya gede, mau ditanam di mana gitu lho.

saskia main ayunan
saskia main ayunan

Lalu cari hotelnya deh. Agak deg2an kalau spec-nya tidak sesuai ekspektasi. Ternyataaa… Begitu masuk halaman, langsung berasa homy banget. Jadi ingat Losmen Bu Broto. Lebih seperti rumah suasananya. Dan kesan pertama memang rapi, terawat, dan bersih. Tamannya juga walau tidak telalu luas tapi cantik. Ada kolam ikan dan aquarium juga yang airnya jernih. Ada musholanya juga. Dan Ada 3 sepeda (1 modern dan 2 jadul) yang bisa dipinjam gratis khusus untuk tamu hotel sekedar untuk berkeliling kampung atau ke warung. Ada butik kecil berisi batik2.

hotel kusuma yogyakarta
hotel kusuma yogyakarta
bocah2 narsis, di depan butik dan taman depan
bocah2 narsis, di depan butik dan taman depan

P1080341

Oh ya, berhubung lokasinya agak jauh dari kota, ada juga bis hotel ukuran kecil yang setiap hari mengantar tamu hotel ke kota, kalau tidak salah destinasinya plaza Ambarukmo dan Malioboro, pada jam tertentu setiap pagi. Dan kalau tidak salah juga, gratis.

Family room-nya punya space yang cukup buat kami berenam. Artinya tidak sesak/sempit. Ada 2 tempat tidur queen size untuk 4 orang dewasa, buffet panjang, wastafel, meja bundar kecil plus 2 tempat duduk, kulkas lumayan gede untuk ukuran kulkas kamar hotel dan TV yang mejanya bisa diputar menghadapnya. Kamar mandinya kecil dengan closet dan shower. Handuknya 4 dan bersih. Shampo dan sabun cair menempel di dinding kamar mandi. Tinggal pencet. Hanya tidak ada lemari pakaiannya. Buffetnya bisa juga sih difungsikan sebagai tempat simpan baju. Tapi ada cantolan baju kok, dan ada beberapa hanger di situ. Ada terasnya juga. Jadi semua kamarnya memang langsung ke luar, maksudnya pintu2 kamarnya bukan yang berhadap2 sehingga membentuk lorong seperti di hotel2 bertingkat yang modern gitu.

Yang aku suka juga adalah: sarapannya! Well, biasanya hotel2 kan, apalagi kelas mirip losmen begitu makanannya roti bakar plus telur rebus ditambah teh/kopi. Paling banter nasi goreng plus telor ceplok pakai krupuk lah. Nah ini all you can eat! Baca dari review sih menunya tiap hari berbeda2. Kebetulan kemarin itu menunya nasi rawon pakau tauge, telor rebus dan tempe goreng plus krupuk udang. Btw, lumayan enak rawonnya. Ada alternative roti bakar juga. Terus ada buah2an potong. Kemarin buahnya semangka dan papaya. Terus ada jajan pasar macam getuk, klepon dkk yang ditata apik di tampah berdaun pisang gitu. Minumnya teh, kopi dan jus segar. Kemarin sih jus melon. Mantap, bisa makan sekenyangnya.

Dan harganya itu lho, bersahabat. Untuk family room-nya, harganya 428 ribu per malam. Dengan plus 2 anak 3 tahun dan 6 tahun sebenarnya tidak ada tambahan biaya. Tapi berhubung kami tambah extra bed supaya tidurnya tidak umpel2an, jadinya plus 60 ribu saja. Deluxe room-nya (dengan 1 tempat tidur queen size) harganya 228 ribu. Sebagai perbandingan, harga kamar deluxe di hotel sekitar Malioboro sekitar 4 tahun yang lalu sekitar 300 ribuan, dan 2 tahun yang lalu sekitar 400 ribuan. Dengan sarapan standar nasi goreng cita rasa biasa. Memang ada fasilitas kolam renang sih, tapi kan aku gak bisa berenang ya, sama saja bohong kan aku gak pakai.

Lalu, hari Minggu, sebelum pulang mampir deh ke Malioboro, hehehe, memang belum lengkap ke Jogja kalau belum mampir ke situ. Tapiii, susah ya ternyata belanja dengan anak 3 tahun. Tidak betah lah dia, baru masuk Mirota minta pulang. Ya iyalah suasananya rame dan kurang nyaman untuk anak kecil. Alhasil nemenin Saskia main naik turun tangga. Terus secepat kilat deh aku nyamber 1 daster doang. Itu aja Saskia sudah ribut terus minta pulang. (Papanya Saskia cepat pulang dong biar aku bisa bebas belanja belanji). Oh ya pas lihat aku nenteng daster batik, Saskia juga minta daster batik.

Lalu nemu yang seru di emperan. Bros dari bahan fiber (kata yang jual) murah meriah seharga 10 ribu dapat 6! Cantik2 lho, lumayan banget untuk harga segitu lah ya. Modelnya macam2 deh sampai bingung milihnya. Tadinya mau beli 3 biji saja 5 ribu, tapi eh ko bingung milihnya, yaudah deh 6 saja. Sudah bagus lho itu aku gak beli selusin :D. Terus Saskia dan Areta beli sandal kembar, 10 ribuan. Aku sama Mama juga dong, sama model hanya beda warna saja. Memang deh, selalu ada yang menarik untuk dibeli di Jogja.

bros murah meriah, yogyakarta
bros murah meriah, yogyakarta

Terus, pulangnya mampir makan diii… mana yaaa. Aku kok lupa. Banaran atau apa gitu. Menunya sih standar, harganya juga tidak terlalu mahal. Tapi ada goreng2annya yang enak. Macam pisang goreng, tempe goreng dan ketela goreng. Area halamannya luas. Saskia dan Areta betah deh main2 di situ. Ada mainan macam ayunan, perosotan, jungkat jungkit, jembatan goyang dan kereta2an tapi tidak dijalankan.

(Di mana ya ada taman bermain dengan udara sejuk begitu di Semarang?)

Begitu deh cerita weekend kemarin, Mas. Can’t wait to have vacation with you!

Advertisements

6 thoughts on “Cerita akhir pekan yang lalu: ke Yogyakarta

  1. pengen juga ke yogya someday… jadi nyesel dulu pernah diajakin temen ke yogya (pas lagi tugas di semarang) tapi gua gak mau ikut… 😛

  2. seru en nggarai ngiler jalan2 dan nginap di losmen bu broto , pinter tu yang punya hotel, pinter menservis tamu, terpikir sampai gimana supaya orang punya akses ke kota tanpa kesulitan
    moga2 dimudahkan studinya dan bisa jalan2 ya, amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s