My Hijab Story (2)

Tantangan dan kesulitan

Hampir tidak ada tantangan dan kesulitan yang berarti karena saya berhijab, sejauh ini. Maksudnya yang sampai membuat saya harus memilih antara berhijab dan melepas hijab saya dengan suatu konsekuensi.

Ujian yang datang setelah memakai hijab di bidang pekerjaan justru tidak ada hubungannya dengan hijab yang saya pakai. Saya merasa karir saya statis, sulit berkembang, lingkungan kerja baru yang sangat tidak nyaman, atasan2 yang menyebalkan, dan saya merasa sulit sekali beradaptasi dengan orang2 di kantor baru. Saya bermasalah dengan atasan, didepak dari suatu bagian, ‘diterjunkan’ ke lapangan, dan diberi tugas2 lain yang tidak saya sukai. Juga diposisikan untuk bekerja sama dengan orang2 sulit dengan suasana kerja penuh intrik. Lamaran saya untuk mengajar di universitas ditolak. Tulisan ilmiah yang saya ikutkan ke sebuah kompetisi entah kenapa tidak terdaftar, dll. Banyak2 hal2 yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan saya. Tapi bukankah Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba2Nya? Bisa jadi kita tidak menyukai sesuatu padahal itu baik untuk kita, dan sebaliknya.

Saya pikir ada kalanya hidup itu naik turun. Kalau mengingat2 banyaknya nikmat yang sudah Allah berikan kepada saya, rasanya kok ya serakah sekali kalau sudah dikasih macam2 masih merasa kuraaang terus. Kurang ajar sekali kalau masih banyak mengeluh. Padahal, sesungguhnya, jika kita banyak bersyukur, maka Allah akan menambah lebih banyak lagi nikmat. Tapi kalau sebaliknya, ya bisa-bisa nikmat yang ada akan dicabut. Maka setiap kali keluhan2 itu muncul di kepala, saya berusaha untuk mengingat kembali tujuan hidup sebagai muslimah. Dalam pikiran saya, apapun yang saya jalani, saya berusaha yang penting berjalan sesuai aturanNya, dengan memegang prinsip2 yang wajib saya pegang sebagai hambaNya, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, agar tampak mulia di mataNya, bukan di mata manusia.

Kehidupan setelah berhijab

Hijab menjadi benteng bagi saya dalam melakukan berbagai hal. Kalau dulu bagi saya yang penting sholat 5 waktu, walau sholat dhuhur jam 2 siang, sholat ashar jam 5 sore, sholat subuh jam 6. Sekarang saya usahakan begitu mendengar adzan langsung bersegera sholat. Saya juga makin tertarik mendengarkan berbagai ceramah agama, dalam rangka untuk menjadi muslimah yang lebih baik dari hari ke hari, dalam beribadah, bersikap dan menata hati.

Saya lebih memperhatikan bagaimana bersikap dan bertindak dalam segala hal. Misalnya kalau lagi marah karena direndahkan, saya jadi ingat bahwa dulu juga Rasulullah dihina2 banyak orang, namun hal itu tidak membuatnya menjadi hina. Beliau tetap tenang menghadapinya, bukannya ikut menjadi marah. Saya juga jadi lebih sabar menghadapi orang marah, karena Allah mencintai orang yang sabar. Lebih berhati2 dalam mengobrol yang dapat menjurus menjadi ghibah (walaupun hal ini amat sangatlah sulit untuk dilakukan), karena takut mendapat murkaNya.

Dalam hal rejeki, saya merasa mendapat banyak kemudahan. Namun saat ini, uang bukan lagi tujuan utama. Saat ini saya lebih memikirkan berkegiatan atau bekerja untuk mengumpulkan pahala, dengan memberi manfaat sebanyak yang saya bisa untuk sebanyak mungkin orang. Karena sebaik2nya orang adalah yang banyak memberikan manfaat bagi sesamanya. Idealnya kegiatan / pekerjaan itu yang membuat saya senang dan bersemangat. Juga memanfaatkan waktu dan kesehatan sebaik2nya untuk hal2 yang bermanfaat.

Saran bagi teman-teman yang ingin berhijab

Biasanya orang yang maju mundur akan berhijab punya alasan klasik mengapa belum juga mantap berhijab. Dari mulai soal kepanasan, ribet memakainya, repot mesti beli2 perlengkapan berhijab, hingga soal bahwa belum yakin kalau hijab itu wajib. Pada dasarnya, sebelum orang itu yakin, there are always many excuses.

Maka pertama, sadarilah siapa kita, dan mengapa kita ada di dunia ini. Percaya dan sadari pula bahwa dunia hanya sementara, akan ada kehidupan yang abadi setelahnya. Yakin bahwa berhijab itu wajib bagi perempuan, seperti juga Allah mewajibkan sholat 5 waktu dan puasa di bulan Ramadhan bagi hamba2nya. Jangan sampai kita menyesal, sudah banyak beribadah lainnya, namun karena banyak dosa yang diakibatkan tidak berhijab, jadi batal dapat tiket ke surga.

Insya Allah, kalau kita mau berpikir, percaya, menyadari dan pada akhirnya mengakui kebesaranNya, akan timbul perasaan ingin dekat denganNya, mengikuti semua mauNya, karena ingin disayangiNya. Seperti layaknya orang yang jatuh cinta ingin berpenampilan semenarik mungkin sesuai keinginan orang yang dicintainya, maka kita pun akan melakukan hal yang sama. Maka berhijab akan kita lakukan dengan sukarela dan senang hati.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Erin, Siraman rohani. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s