Erin · Tips

Seminar Parenting ‘Mendidik Anak di Era Digital’ oleh ibu Elly Risman (1)

Hari sabtu 19 april yang lalu, jadi juga saya datang ke seminarnya ibu Elly Risman, yang diselenggarakan oleh SMPIT Harapan Bunda, dengan tema ‘Mendidik Anak di Era Digital’. Walau bersamaan dengan acaranya HUT sekolahnya Saskia yang digabung dengan perayaan hari Kartini, alhamdulillah pappanya mau dibagi tugas untuk menemani anaknya ikutan lomba.

Lha kan seminar ini penting juga. Berisi issue dan ilmu parenting terkini. Ilmu yang tidak akan kita dapatkan di bangku sekolah/kuliah, kecuali kita kuliah di bidang ilmu psikologi jurusan ilmu pendidikan anak… Ya, kan? Ya kaaann??

Sesuai kesepakatan yang datang dari permintaan ibu Elly kepada audiens seminarnya, yaitu untuk berbagi informasi tentang isi seminar ini ke –minimal– 3 orang yang kita kenal (or even more, is better), maka saya tulis saja di sini. Biar tidak capek bolak-balik cerita panjang, juga untuk mencegah lupa detail materi seminarnya. Kenapa penting untuk dibagi ke banyak orang tua? Supaya makin banyak orang tua yang peduli dan waspada… Kan anak kita kita tidak main sendiri… kan anak kita main sama sepupunya…, sama anak tetangga, dan juga teman sekolahnya. Kalau informasi ini tidak kita bagi, nanti kita sudah didik bener anak kita, eh terpengaruh temannya yang orang tuanya tidak peduli masalah ini…

Tulisan ini akan dibagi menjadi 3 posts, sesuai jumlah sesi yang ada di seminarnya. Supaya tidak kepanjangan tulisannya. Yuk mari kita mulai saja…

Sesi pertama

Seminar dibuka dengan cuplikan2 berita, contoh2 nyata kasus2 yang berkaitan dengan tindakan2 amoral dan asusila yang dilakukan oleh anak2, ataupun dilakukan oleh orang dewasa kepada anak2 sebagai korbannya.

Siapa yang tidak tahu kasus JIS? Kasus anak SMP 4 Jakarta? Kasus perk*saan, ataupun suka sama suka yang bahkan kita tidak sangka pelakunya masih berusia SD (!!!), atau dilakukan oleh orang2 dekat korban. Jangan bahas lagi kalau ke pacar ya… Bukan 1-2 kasus lho yang dilakukan bapak ke anak, kakak ke adik, paman ke keponakan (yang masih bayi 8 bulan!), guru ke murid, dan bahkan ustad ke santri! (ehh ustad juga manusia lho…). Belum lagi kasus2 penyimpangan seksual, macam lesbi, homo, biseksual dan transgender, juga pedofil… Melakukan hubungan s*ksual beramai2, atau ditonton teman2. Bahkan melakukannya dengan binatang!

Banyak orang tua yang merasa ‘anak saya baik2 saja kok’ atau ‘anak saya tidak mungkin melakukan hal yang tidak2’ atau ‘anak saya masih polos, jadi tidak mungkin berbuat yang aneh2′ atau ‘saya sudah menyekolahkan anak2 saya di sekolah dan lingkungan yang baik dan agamis, jadi tidak mungkin berbuat begitu’. Eittss, jangan salaaahh… Ibu Elly pernah menangani kasus yang pelakunya anak lelaki SMP kelas 1 (dengan pacarnya anak perempuan kelas 2 SMP), yang mukanya culun punya, tidak menyangka deh itu anak sudah mengerti hal2 ‘begituan’. Mana anaknya juga rajin sholat dan pintar mengaji.

Ada juga seorang ayah yang melapor anak perempuannya (yang masih SMP) diperk*sa oleh teman sekolahnya. Eeh, begitu anak perempuannya itu ditanya, mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Si ayah tidak percaya, dia bilang bahwa anaknya itu juara fisika. So what gitu kalau anak lo juara fisika?!

Kasus lain, si anak perempuan (lagi2 masih SMP!), melakukannya dengan teman lelakinya di balik pintu kelas, dengan direkam oleh teman2nya, dengan pakaian lengkap, dan dengan durasi tidak lebih dari 5 menit. Oh ya, si perempuan itu berpakaian muslimah lho, alias berkerudung. (Jangan lupa ya, jangankan perempuan berkerudung, bahkan ustad juga manusia yaa, bukan orang suci yang tidak mungkin melakukan perbuatan berdosa besar).

Tidak perlu diceritakan lebih jauh ya, saya saja jijik dengan beritanya. Buanyaaakk banget kasus2 yang beliau beberkan, baik dari media internet, TV, youtube, hingga contoh kasus2 dari klien beliau yang ditanganinya sendiri. Kami para audiens yang didominasi ibu2 sampai terhenyak, dan barangkali seperti saya juga yang jadi banyak ber-istighfar dalam hati, dan berdoa, “ya Allah, semoga itu tidak terjadi pada anakku…”

Bisa dibilang kasus JIS mencuat karena nama besar JIS. Sehingga kita dan pemerintah lebih perhatian. Kalau kasus tersebut terjadi pada anak TK kecil di pedalaman Kalimantan atau Papua, akankah jadi besar seperti sekarang? Seperti juga kasus video Ariel-Luna, apakah orang sebegitu hebohnya kalau pelakunya hanya masyarakat biasa?

Padahal selama ini sebenarnya amat sangat banyak kasus2 lain yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia ini, yang bahkan lebih buruk dari kasus2 yang disebutkan di atas, tapi hanya numpang lewat di berita pagi, siang atau sore di TV. Tanpa pernah dibahas dan dipersoalkan lebih lanjut kenapa itu bisa terjadi, diiringi tindakan nyata aksi apa yang harus kita lakukan untuk melawan dan memberantas hal2 tersebut.

Miris. Prihatin.

Sesekali ibu Elly menitikkan air mata, atau bicara dengan emosi meluap dan dengan suara sedikit bergetar.Beliau (dan kita semua juga semestinya) kesal bukan main, kenapa bangsa Indonesia khususnya orang tua banyak yang ‘pingsan’. Ya, kita bukannya tidak pernah dengar tentang kasus2 tersebut kan. Tapi apa yang kita lakukan?

Sebagian besar barangkali menjawab tidak ada. Tidak memikirkannya. Cuek. Apatis. Tidak peduli. Masa bodoh ah, yang penting bukan anak saya! Yang penting saya mengajari anak saya yang baik2. Saya sudah menyekolahkannya di sekolah berbasis agama, yang lingkungannya baik. Jadi anak saya pasti baik2 saja.

Yakiiin?

Kan anak kita main sama anak tetangga… kan anak kita main sama sepupunya… kan anak kita bergaul dengan banyak teman di sekolahnya… kan anak kita suka nonton TV… kan anak kita, kita kasih hp yang bisa internetan… kalaupun tidak, kan teman2 anak kita (bisa jadi) punya hp yang bisa internetan itu…

Yuk mari, terutama yang sudah punya anak, yuk mulai peduli dengan bencana nasional ini. Mulai menganggapnya masalah serius. Siapa lagi yang mau peduli kalau bukan kita sebagai orang tua dari tunas2 bangsa, pemegang tongkat estafet masa depan Indonesia…

…to be continued…

Advertisements

11 thoughts on “Seminar Parenting ‘Mendidik Anak di Era Digital’ oleh ibu Elly Risman (1)

  1. Mba,, pas banget dg keadaan sekarang yg apa2 gadget ditangan, membuat yg dekat terasa jauh.. miris! makasih banyak ya mba udah mau nulis panjang2 materi Ibu Elly Risman,,
    kapan ada lagi ya seminar ibu Elly Risman? dapat informasi seminar2 beliau darimana ya mba? saya tau kalau ada di berita saja dan itupun sudah terlaksana seminarnya,,, terimakasih ya mba

    1. sama2 mbak.. belum cari tau kapan ada lagi.. waktu itu saya tidak sengaja lihat info seminar dipajang pas ke gramedia.. coba cari di web yayasan kita dan buah hati atau twitternya mbak

  2. Ibu @erinyudha, mohon izin, tulisan ini kami sadur ke Tribun-Medan.com ya bu.

    Menurut saya, sangat perlu untuk pendidikan anak-anak dan masyarakat luas, apalagi baru-baru ini, seorang siswi SMM menjadi korban perlakuan tidak senonoh 8 pelajar dan mahasiswa di Pematangsiangtar. Betul kata ibu, dan para pelaku adalah begundal yang terlibat penyalahgunaan narkoba. parah. Ini tautan beritanya

    http://medan.tribunnews.com/2016/12/29/mulai-dari-lokasi-tragedi-pemerkosaan-bergilir-hingga-terungkapnya-jati-diri-pemerkosa?page=2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s