Saskia

Saskia lomba mewarnai (episode melakukan yang terbaik dan menerima kekalahan)

Ada lomba mewarnai di sekolah Saskia, yang diselenggarakan atas kerja sama sekolah dengan susu Hilo dan swalayan ADA. Sehari sebelumnya, tanpa saya komando, ketika saya sedang tidur sore, ternyata Saskia sudah menyiapkan sendiri peralatan yang harus dibawanya: 1 set pensil 24 warna yang sudah diserutnya sendiri sampai runcing cing cing. Kemudian dia masukkan ke dalam tas sekolahnya.

Keesokan harinya, sekolah Saskia lebih ramai dari biasanya. Ternyata banyak ibu2 para siswa/i yang menemani anaknya selama ikut lomba. Ibu2 itu juga masing2 membawakan meja kayu kecil untuk anaknya. Saya tidak bawa, karena di surat pemberitahuannya tidak ada keharusan untuk bawa meja kecil itu.

Tidak seperti biasanya, hari itu Saskia saya antar sampai masuk ke kelas, dengan membawakan pensil warnanya juga. Lalu saya bilang ke gurunya, kalau Saskia tidak bawa meja kecil. Tidak apa2 ternyata, kan di kelas juga ada meja kayu pendek. Saya ambilkan yang berwarna hijau. Wajahnya agak tegang menjelang lomba, barangkali karena melihat peralatan lomba teman2nya yang komplit dan macam2, sementara Saskia berbekal pensil warna sederhana kesayangannya.

Saya tidak menungguinya karena harus ke kantor. Tidak lupa sebelum meninggalkan kelas saya berbisik kepadanya, ‘do your best.. as you can‘. Saskia pun tersenyum. Lalu saya beri salam kepadanya, baru pergi.

Ketika saya jemput, pengumuman lomba pas selesai dibacakan. Ada 3 piala yang diperebutkan. Dan saya lihat Sakia tidak memegang 1 piala pun, yang berarti tidak menang, tapi wajahnya datar2 saja. Saya lihat ada temannya yang menangis meraung2 sambil dipeluk bunda gurunya. Rupanya dia kecewa berat karena tidak dapat piala.

Tapi ternyata semua peserta lomba mendapatkan hadiah hiburan berupa 1 kotak susu bubuk Hilo 200 gr untuk anak2 + voucher Rp 50.000,- beli produk Hilo dan atau Tropicana Slim dll groupnya + voucher gratis main di arena games di ADA. Saya lihat Saskia cukup senang dengan hadiah2 hiburan itu. Apalagi ketika melihat saya yang menjemput (biasanya ojek langganan), wajahnya langsung sumringah.

Saskia suruh saya menebak gambar apa yang tadi dia warnai. Setelah sekitar 10 kali tebakan, ternyata yang terakhir benar, yaitu, gambar taman bermain. Ketika saya tanya siapa saja yang menang, dia sebut nama teman akrabnya dengan muka sedikit cemberut. Mungkin dia sedikit iri dengan teman akrabnya itu yang sering menang dan jadi juara lomba2.

Lalu saya bilang, ‘dalam kompetisi itu menang kalah hal yang biasa. Kadang kita menang, kadang kalah. Lagipula Saskia sudah merasakan, pernah menang dan dapat piala. Kali ini kalah. Mungkin besok menang lagi. Yang penting, Saskia sudah melakukan yang terbaik, mungkin bukan yang terbaik di antara teman2nya, tapi melakukan terbaik yang Saskia bisa’. Entah mengerti atau tidak, saya lihat wajahnya sudah kembali ceria.

Saya cukup senang Saskia sudah mau mempersiapkan peralatan lombanya sendiri. Senang juga dia bisa menerima kekalahan dengan lapang hati, tidak menangis karena tidak terima dengan kekalahannya.

Sorenya, sepertinya dia sudah lupa dengan ketidakmenangannya tadi. Kelihatan enteng saja dia cerita ke papanya, via telefon, bilang, ‘pa, tadi aku ikut lomba mewarnai, tapi tidak menang… tapi aku dapat hadiah’, sambil senyum2.

Good job, girl! I’m very proud of you!

If you’re doing your best, you won’t have any time to worry about failure (H. Jackson Brown Jr.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s