Rumah kami — rumah tropis-minimalis hemat energi

Alhamdulillah. Cita2 kami, untuk merancang dan membangun rumah sendiri akhirnya kesampaian. Wujud dan kualitasnya memang tidak 100% sesuai keinginan. Yah, kita kan tetap harus realistis, menyesuaikan kemampuan finansial, kondisi lingkungan, cuaca, iklim dan keterbatasan lahan. But so far, saya sebagai arsitek otodidak, dan mas Yudha sebagai construction engineer-nya, puas. Setelah rumah selesai malah kita ketagihan, pengen bikin rumah lagi, terus dijual.

Tapiii.. belum punya modal, hehehe. Ada yang mau kasih kami modal? 🙂

Kalau ditanya rumah kami ini bergaya apa.. hmm.. bingung jawabnya. Campur2 soalnya. Kami memadukan berbagai ide dan gaya. Tapi bisa dibilang, cenderung ke arah tropis-minimalis kali ya. Soalnya, banyak jendelanya, relatif lebar pula, sehingga banyak cahaya matahari yang masuk. Jadinya hemat energi, gak perlu lampu dari pagi sampai sore. Banyak ventilasinya pula. Bentuknya juga simple sesuai prinsip rumah minimalis, dan banyak menggunakan material bekas rumah lama yang didaur ulang (alias minimalis juga biayanya).

Berikut ini ada beberapa bagian dari rumah kami yang barangkali bisa dijadikan ide bagi yang berniat atau sedang membangun rumah:

1. Skylight dan ventilasi di kamar mandi

Di rumah yang lahannya terbatas, seringkali ruangan yang akhirnya dikorbankan tanpa salah satu pun sisi temboknya menghadap ke ruang berudara bebas di luar rumah adalah kamar mandi. Akibatnya, kamar mandi jadi lembab dan pengap. Juga gelap, walaupun di siang hari. Kondisi tersebut kami akali dengan membuat skylight di atap dak beton di atas kamar mandi, agar kamar mandi terang, sehingga tidak memerlukan lampu jika menggunakannya di siang hari. Atap skylight dibuat 2 level dan overlap, sehingga sirkulasi udara bisa mengalir lewat atap kamar mandi. Lubang ventilasi dibuat vertikal di antara 2 level  atap tersebut, sehingga kalau hujan, airnya tidak jatuh ke kamar mandi.

skylight di atap kamar mandi

skylight di atap kamar mandi

2. Atap carport dengan bahan polycarbonate solartuff

Setelah pilah-pilih bahan, akhirnya kami putuskan untuk pakai bahan polycarbonate solartuff. Kelebihan bahan jenis ini yaitu ringan, kuat,  dan tahan perubahan cuaca. Materialnya dapat meredam panas sinar UV. Hal ini membuat jika kita berada di bawahnya, tidak terlalu merasakan teriknya sinar matahari. Tapi tembus pandang, sehingga carport dan ruangan yang berada di dekatnya tidak gelap, karena bisa tetap mendapat penerangan alami di siang hari. Dampak positifnya, jadi hemat listrik dan energi. Rangka penopang lembaran polycarbonate-nya sendiri dibuat dari kayu2 bekas rumah lama yang dicat ulang.

 

solartuff di atas carport

solartuff di atas carport

3. Dutch door

Pintu ini tadinya ingin saya buat dengan bentuk jendela pada bagian atasnya, seperti foto di bawah ini. Klasik kesannya, dan saya suka.

Cuma, berhubung kita tinggal di Indonesia dan lokasi tempat tinggal kita juga bukan tipe kompleks perumahan yang dijaga satpam 24 jam dengan jalur keluar masuk 1 pintu gerbang, .. ya sudah lupakan saja. Saya rancanglah model 2 papan kayu saja. Not bad, isn’t it? Yang penting fungsinya. Sinar matahari bisa masuk dan udara pun bisa bersirkulasi dengan lancar, terutama pas kegiatan masak memasak, sehingga dapur–ruangan di mana pintu ini terletak–tidak gelap dan tidak sumpek. Tapi tikus (yang kadang2 muncul dari halaman belakang) juga tidak bisa masuk rumah. Juga mengurangi debu yang tertiup angin dari halaman belakang masuk ke dapur.

dutch door di dapur

dutch door di dapur–kelihatan juga tuh jendela engsel tengahnya

4. Jendela dengan engsel di tengah

Dapur merupakan area yang memerlukan sirkulasi udara yang lancar. Terutama di Indo, bau2 tajam dari proses memasak, jika tidak mengalir lancar keluar dan bertukar dengan udara segar yang baru, akan membuat dapur sumpek dan pengap. Begitu pula jika kekurangan cahaya, dapur akan lembab. Kami pun mengakalinya dengan membuat jendela dengan engsel di tengah. Jendela ini menghubungkan antara dapur dan ruang sepeda/sepatu. Lumayan, jadi bisa dapat secercah cahaya yang berasal dari carport yang terletak di depan ruang sepeda/sepatu. Menambah jalur sirkulasi udara juga. Bukaanya pun lebih lebar daripada jendela engsel atas. Tapi bukaan jendelanya tidak mengganggu pergerakan yang sedang beraktivitas di dapur maupun ruang sepeda/sepatu.

jendela dengan engsel di tengah

jendela dengan engsel di tengah

5. Dinding setengah bata tempat menaruh peralatan mandi

Di dalam kamar mandi pasti kita memerlukan tempat2 untuk menaruh peralatan mandi (seperti sabun, shampoo), atau sekedar untuk menaruh jam tangan jika akan berwudhu. Biasanya orang2 menaruh peralatan mandi di rak yang bisa dibeli di supermarket. Materialnya bisa plastik atau besi. Cuma, kalau beli yang murahan gitu suka gak awet bagusnya. Kalau besi suka karatan. Kalau plastik ya cepet kelihatan kucel gitu. Bersihinnya juga suka susah. Bagi yang kamar mandinya pakai bak mandi, kadang suka juga taruh peralatan mandi di pinggiran bak mandi. Akibatnya kalau bersihin airnya suka masuk ke bak mandi. Jadilah saya buat tempat peralatan mandi di kamar mandi saya sedemikian rupa. Buat dinding setengah bata dengan tinggi sekitar pinggang. Mepet tembok dekat keran air yang biasa dipakai mandi dan wudhu. Ambilnya gampang. Bersihinnya juga gampang. 🙂

dinding tempat peralatan mandi

dinding tempat peralatan mandi

6. Lampu teras model klasik

Untuk memberi sedikit sentuhan artistik pada rumah minimalis yang didominasi warna putih dan sedikit coklat kayu, maka dipasanglah lampu teras model klasik ini. Supaya penampilan fasad rumah tidak boring. 🙂

lampu teras model klasik

lampu teras model klasik

7. Pagar besi dan batu alam

Untuk memberi kesan rapih, simple dan bersih, lagi2 saya beri warna putih pada pagar minimalisnya. Supaya agak berbeda dibanding pagar minimalis lainnya, kami beri sentuhan batu alam. Untuk memberi kesan adem. Inginnya pakai batu andesit, tapi relatif mahal ya ternyata. Jadi kami pilih pakai batu candi dengan model paling sederhana macam bata, yang disusun macam susunan bata pula. Hasilnya, tidak mengecewakan.

 

pagar besi dan batu alam

pagar besi dan batu alam–difoto dari dalam halaman–jangan salah, rumah yang terlihat itu rumah tetangga ya

Selamat membangun! 🙂

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Tips and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Rumah kami — rumah tropis-minimalis hemat energi

  1. Arman says:

    Buat naruh barang di kamar mandi kalo kita pas ngebangun rumah ngerancang nya dengan bikin coakan di dinding kamar mandi deket shower. Eh pas beli condo di sini ternyata mereka design nya juga gt. Ada coakan di dinding buat naruh2 sabun shampoo dll. Lbh rapi jadi nya.

    • erinyudha says:

      ide awalnya memang mau dibikin coakan. berhubung di tembok yang mau dijadikan coakan itu ada jaringan kabel untuk stop kontak dan saklar, jadinya dibikin dinding tambahan spt yg skrg gitu deh. sedikit ngurangin space nya kamar mandi sih. but it’s ok.

  2. christanto says:

    Tulisannya Bisa dimasukkan ke dalam majalah Rumah, seri-seri inovasi di dalam bangunan rumah… Mantab

  3. eenez says:

    referensi bagus. terima kasih ada gambarnya jadi bisa tahu

  4. Tiara Tsani says:

    bagus mba,,, ada ulasan rumahnya lagi mba? fasad, denah dll.. inspiratif 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s