2.5 bulan ini

Banyak cerita, tapi waktu menulis terbatas. Sok sibuk banget… Sok lah dirangkum yaa…

Isu pertama, alhamdullilah dikasih amanah untuk hamil lagi 🙂 sekarang masuk minggu ke 26.

Kali ini muntah2nya lebih parah. Sampai bulan ke 4 pula. Padahal pas hamil Saskia muntah2 hanya berlangsung sekitar 1-2 minggu. Selain itu sekarang kenaikan berat badan lebih sedikit. Sayanya juga lebih cuek sama asupan makanan. Tidak minum susu ibu hamil sama sekali. Minumnya susu cair UHT. Tidak rajin minum air kacang hijau. Minum vitamin dari resep dokter saja suka kelupaan. Lalu, dulu, saya lebih sensitif, melow, emosional dan penuh drama. Sekarang sih rasanya lebih tangguh, realistis dan pakai logika. Dulu, saya senang masak, eksperimen bikin kue, nonton film dan berita. Senang banget lihat mbak2 presenter and newsanchor cuap2 di TV. Oh ya dan belajar TOEFL serta kirim aplikasi beasiswa. Sekarang, lebih senang bersih2, beres2, baca buku dan menulis. Apakah ini bakal ngaruh sama karakter si anak? We’ll see.

Kalau bedanya di mas Yudha, tidak terlalu excited dibanding waktu mau punya anak pertama. Dulu mah si janin Saskia rajin disapa, didoain, diajak ngobrol, dinyanyikan, perut emaknya juga rajin dielus2. Sekarang? Suka lupa kalau gak saya ingatkan.

Bagaimana dengan si calon kakak?

She is sooooo excited! Jadi terlihat lebih dewasa, and sooo sweet! Kelihatan kalau lagi pura2 ngobrol sama si calon adik. Sekarang maunya dipanggil ‘kakak’. Gak sabar dia ingin si adik segera lahir. Juga semangat banget ikut2 kasih ide buat namanya.

Tiada lain doa seorang ibu adalah semoga si calon anak tumbuh sehat, normal, diberi kelancaran dan keselamatan dalam kehamilan dan persalinan, serta jadi anak sholeh. Aamiin.

Isu kedua, ART keluar.

Detailnya tidak perlu dijabarkan lah yaa. Intinya saya tidak cocok karena dia tidak bisa jaga amanah saya untuk jaga Saskia selama saya kerja. Dan tidak jujur. Padahal itu sesuatu yang prinsip banget bagi saya. Akhirnya dengan kesadarannya dia sendiri bahwa saya sudah tidak mau mempekerjakan dia, diapun keluar. Ganti orang. Eeh baru seminggu lebih, banyak kesepakatan yang sudah dibuat di awal, dilanggar. Bahkan yang dia ucapkan sendiri tanpa saya minta. Kebanyakan alasan pula. Tiap hari yang diucapkan dengan yang dilakukan beda. Dikasih hati minta rempela alias ngelunjak. Bagi saya ini hal yang prinsip juga. Bagaimana kita bisa percaya sama orang yang kata2nya tidak bisa dipegang? Keluar lagi deh.

Sebenarnya syarat orang kerja di rumah kami sederhana: kalau berkata dia jujur, kalau berjanji dia tepati, kalau dipercaya dia amanah. Semoga Allah mendekatkan orang yang demikian untuk kerja di rumah kami.

Isu ketiga, ternyata tidak mudah menjalani semua peran dengan baik, baik sebagai anak, istri, ibu dari anak balita, dan perempuan bekerja sekaligus, sambil hamil anak kedua, tanpa punya ART, dan suami bekerja di lain kota.

Tapi kalau Allah mempercayakan peran ini sama saya, pasti Allah sudah memperhitungkannya. Pasti ada kebaikan. Dan pasti, setelah kesukaran ada kemudahan. Semoga kami bisa melalui ujian ini dengan baik.

Isu keempat, tak disangka tak diduga, iseng2 korespondensi via email sama Prof di Kyodai (gara2 dikompori mas Yudha) untuk melamar sebagai PhD student hampir setahun yang lalu, ditanggapinya serius, yang berbuntut dengan ajakan dari beliau yang saat itu berencana ikut int’l conference, untuk bertemu di Yogyakarta.

Saya yang males2an untuk mengiyakan ajakan si Prof, malah disambut dengan semangat 45 sama mas Yudha, yang dengan sukarela ijin tidak masuk kantor di hari jum’at untuk mengantarkan saya, sekalian liburan. Bahkan hingga malam sebelumnya ketika saya masih ragu, dijawabnya dengan ‘harus jadi, santai aja, gak usah punya target dan ekspektasi apapun… diajak ketemu, ya temui aja dulu’.

Si Prof, sebut saja YT, lagi mengerjakan riset yang topiknya sama dengan topik thesis master yang saya kerjakan bareng Prof PW dulu. Metodenya saja yang beda. Makanya itu juga barangkali yang bikin dia tertarik untuk bertemu saya, berdiskusi tentang proyek risetnya, dan terlihat berharap saya mau mendaftar dan melalui proses aplikasi beasiswa untuk bisa kerja sama dia. Seolah2 dia memberi sinyal positif  bahwa asalkan saya memenuhi persyaratan dokumen2, sebagai kepala lab riset, dia sudah pasti akan memberikan rekomendasinya untuk saya mendapatkan LoA dari Kyodai.

Pertanda apa ini? Sekilas YT ini mirip bener sama PW. Perawakannya, style berpakaian, bentuk muka, hingga ekspresi muka di profil pic nya di web univ. Bahkan karakternya pun saya duga mirip. Organized, on schedule, detail, super pinter, workaholic, banyak ekspektasi ke student nya, dan tidak suka menunda pekerjaan. Kesamaan pun bisa terlihat dari keeksisannya di jurnal internasional dan kecepatan dalam merespons e-mail2 saya. Gambaran Prof yang sukses dan profesional, namun bikin student-nya stres dan susah tidur nyenyak.

Saya yang sadar diri peran saya yang sebentar lagi insya Allah bertambah menjadi ibu dari 2 anak. Malah mas Yudha yang dorong2 saya untuk go go go, take it! Tentunya dengan harapan tetap bisa bersama. Mas Yudha nanti cari PhD juga di sana, atau kerja.

Iiih dikiranya gampang apa kuliah PhD? Masih ditambah sambil mengurus 2 bocah. Jawab mas Yudha, ‘Sri Mulyani dan Marwah Daud saja bisa.’ Ya kalau (menurut saya), kalau bidangnya ekonomi, politik atau ilmu sosial, walau pasti super repot juga, bisalah baca2 buku/paper sambil ngeloni anak, begitu anak tidur, langsung deh ketak ketik bikin tulisan. Lha kalau bidangnya engineering? Perlu konsentrasi dan kefokusan tingkat tinggi untuk studi literatur, memahami teori dan rumus2, dan mengerjakan. Perlu banyak waktu di kampus. Manalah mungkin men-setting dan nge-run pemodelan di 10 komputer secara paralel dilakukan di rumah. Siapa coba role model perempuan yang minimal punya 2 bocah kecil, yang berhasil PhD bidang engineering sambil bawa keluarga, namun keluarga tetap harmonis, anak terurus dengan baik, sehat ceria sholeh/sholehah? Yang dijawab mas Yudha sambil cengar cengir kuda, ‘ya kamu itu dek, maybe you will be the first.’

Dilema. Peluang itu sungguh menggoda saya, untuk keluar dari rutinitas pekerjaan yang membosankan. Bagi saya dunia riset itu mengasyikkan. Bisa belajar banyak hal baru. Dan fokus. Punya tujuan yang jelas. Tapi oh tapi, ingat Saskia, ingat calon adiknya Saskia, saat ini saya harus meredam gejolak ambisi dan ego saya. Walau mas Yudha amat sangat mendukung saya untuk itu.

Isu kelima, sibuk cari univ dan beasiswa untuk mas Yudha lanjut PhD, atau peluang kerja lain. Di LN.

Kampung halaman ini memang membuat kami nyaman. Tapi juga membosankan. Kurang tantangan. Jadi sulit berkembang. Wawasan sempit. Makanya, tetap saja inginnya merantau. Kami rindu kehidupan yang dinamis. Bertemu dengan orang2 baru, suasana baru, berkunjung ke tempat2 baru, pengalaman baru. Menemui hal2 yang belum pernah kami temui sebelumnya.

Namun, kesibukan mas Yudha dengan pekerjaannya menjelang akhir tahun ini membuat dia gak punya banyak waktu luang cari peluang PhD atau pekerjaan lain. Jadilah saya dengan sukarela menawarkan diri jadi agennya. Kalau ini saya yang semangat. Idealnya kan memang suami yang lebih maju. Saya bagian urus bocah2, rumah dan kalau ada kesempatan mau juga kerja yang waktunya fleksibel. Semoga dimudahkan jika menurut Allah ini baik untuk kami. Menyadari bahwa sistem dunia birokrasi ini membuat kami ingin segera hengkang, untuk mengerjakan sesuatu yang lebih bermakna dan mulia di mata Allah.

Semangat yaa, semangat…!

Kalau kata Saskia: ganbatte! 🙂

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Cerita kita. Bookmark the permalink.

4 Responses to 2.5 bulan ini

  1. Arman says:

    congrats ya on your pregnancy…
    moga2 lancar2 ya!

  2. adhyasahib says:

    mudah2an semua rencananya dilancarkan Allah swt ya mbak,,amiin,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s