Daftar haji

Akhirnya, rencana daftar haji terealisasi juga. Untuk yang berniat untuk daftar haji juga, dan sedang mencari tahu bagaimana prosedurnya, silakan disimak.

Fyi, kalau dulu tabungan haji bisa dibuka di bank2 konvensional, sejak tahun ini tabungan haji harus melalui bank2 syariah. Saya dan mas Yudha pun pilih BNI Syariah.

Jadi tahap pertama, kita harus buka tabungan haji dulu. Di BNI Syariah ini syaratnya minimum saldonya 500 ribu rupah. Silakan menabung terus yang rajin supaya saldo segera mencapai 25 juta rupiah yang merupakan syarat agar dapat mendaftar nomor porsi di Depag/Kemenag. Kalau sudah punya uang segitu ya segera saja mulai daftar ke Depag. Makin cepat makin baik karenaaa info terbaru untuk Jawa Tengah kalau mau daftar sekarang saja baru dapat giliran 15 tahun kemudian! Alias tahun 2029. Ampuuun. Gara2 dana talangan haji nih, terus orang bisa ngutang dan berbondong2 daftar haji dan dapat nomor porsi. Padahal kan berhaji bagi yang mampu. Ya fisik, kondisi, termasuk finansial. Apa definisi mampu itu termasuk mampu ngutang? Kan merugikan yang gak mau ngutang dan lebih memilih untuk menunggu mampu beneran, tapi telat 1-3 tahun daftarnya, jadi dapat antrian belasan tahun kemudian.

Tahap kedua, begitu tabungan haji kita sudah mencapai 25 juta+500 ribu rupiah, bisa mulai proses ke Kemenag. Uang 25 juta itu nantinya bakal ditransfer ke Depag. Tambahan 500 ribu itu merupakan saldo minimum yang harus ada di tabungan haji BNI Syariah. Kedatangan pertama ke Depag ini cukup membawa KTP dan buku tabungan haji asli buat ditunjukkan ke petugas, beserta fotokopinya. Tapi ternyata fotokopinya tidak diminta juga kok. Oya, untuk kota Semarang, Depag terletak di Jl. Untung Surapati, area sekitar Manyaran. Jauh juga bagi yang rumahnya di area timur Semarang. Jam pelayanannya hingga jam 4 sore. Waktu itu saya datang sekitar jam 3, sepi, alias gak perlu antri, saya dan mas Yudha langsung dilayani.

Untuk kedatangan kali ini, harus orangnya yang bersangkutan, alias tidak bisa diwakilkan. Kenapa? Karena di sana selain kita disuruh mengisi formulir, juga diambil sidik jarinya, serta foto di tempat. Yang perempuan wajib pakai kerudung. Baju bebas, tapi bagusnya sih baju dan kerudung berwarna gelap atau selain putih lah, soalnya background fotonya putih. Dari Depag ini kita dapat surat pendaftaran pergi haji (SPPH) yang nantinya mesti kita bawa balik ke bank.

Tahap ketiga, balik lagi ke bank. Kalau kali ini bisa diwakilkan, alias tidak perlu orangnya sendiri yang datang. Yang perlu dibawa: buku tabungan haji, SPPH, 5 lembar pasfoto berwarna 3×4, dengan background putih, untuk perempuan wajib berkerudung, untuk laki2 tidak pakai peci. Yang dilakukan di sini, bank akan mentransfer uang 25 juta itu ke rekening Depag. Dan kita akan menerima bukti setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) itu, serta mendapat nomor porsi. Sebaiknya segera ke bank ini setelah ke Depag yang pertama, karena setelah menyetor kita akan mendapat nomor porsi. Agar diketahui, karena kami menunda waktu 1 minggu untuk balik ke bank (setelah dari Depag), ternyata dalam kurun waktu seminggu itu sudah kelewatan sekitar 3000an orang. Bahkan saya dan mas Yudha yang daftarnya barengan saja yang logikanya mestinya nomornya berurutan, ternyata nomor porsi kami terpaut 4 nomor. Berhubung sistemnya online, jadi dalam waktu beberapa detik atau menit saja sudah 3 orang yang nyelip mendaftar.

Tahap keempat, balik lagi ke Depag. kali ini juga bisa diwakilkan. Yang harus dibawa: 1 lembar fotokopi SPPH, 1 lembar fotokopi BPIH,  10 lembar fotokopi KTP, 10 lembar pasfoto berwarna 3×4 dan 2 lembar pasfoto berwarna 4×6 (proporsi wajah mesti memenuhi 70-80% dari lembar pasfoto), 1 lembar fotokopi buku nikah, dan 1 lembar fotokopi KK. Ada catatan bahwa setelah dari bank itu mesti segera balik ke Depag dalam waktu 7 hari. Tapi anehnya setelah balik ke depag bawa kelengkapan itu semua dan diterima sama petugasnya, kita tidak dapat bukti apa2 bahwa kita sudah menyerahkan kelengkapan itu. Katanya yang penting sudah dapat nomor porsi berarti sudah sah terdaftar. Terus apa bedanya kita balik ke Depag sama tidak kalau nomor porsi itu sudah kita dapat dari setelah transfer di bank? Ya sudahlah, yang penting begitu kita cek nomor porsi di webnya Depag nama kita sudah tercatat.

Mekah n Madinah.. We’re coming..!

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Cerita kita, Tips and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Daftar haji

  1. adhyasahib says:

    terima kasih untuk informasinya yang sangat lengkap,,,
    tp nunggunya sampe 15 tahun?alamak lama banget ya

    • erinyudha says:

      iya lama bgt.. tp tergantung daerahnya jg.. masing2 daerah kan beda quota dan jumlah peminatnya.. di bali mungkin lebih cepat, tp mesti punya KTP sana… kalo mbak adhya di itali berminat, mending dr sana saja, dulu teman saya di belgia cuma daftar 1 bulan sebelumnya langsung brgkt, gak pakai antri.

  2. agungwah says:

    menginspirasi 😉

  3. Arman says:

    semoga semuanya lancar ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s