Mesin jahit baru :)

Melihat tumpukan bahan kain yang sudah lama tidak diapa2kan, akhirnya terbersit keinginan untuk kembali menjahit, bikin kreasi dari kain2, setelah sekian lamaa.. Jadi deh seperti biasa menumpang menjahit di tempat ibu saya, pakai mesin jahit portable Singer lawasnya. Biasanya terkagum2 sama si Singer ini, usianya lebih tua daripada usia saya, tapi performanya masih oke. Tapi eh tapi, kali ini kok rewel. Bolak balik saya harus mendedel jahitan karena benangnya bundet, dan jahitannya kendor. Lama2 emosi juga. Hingga, gara2 benang sekoci yang bundet, lalu saya tarik, yang berakhir dengan jarumnya patah.

Baiklah, mungkin ini saatnya saya beli mesin jahit sendiri, setelah tertunda sekitar 5 tahun. Teringat di Pasar Baru Bandung, sudah mengumpulkan brosur dan tanya2, akhirnya gak jadi beli gara2 sayang duitnya. Waktu itu masih banyak keperluan, rumah masih ngontrak, ke mana2 masih dibonceng mas Yudha pakai motor Nouvo jadul, dan lagi persiapan kelahiran Saskia pula.

Setelah browsing beberapa hari, mensurvei berbagai merk dan tipe/seri berikut harga mesin jahit, pilihan jatuh pada merk Janome. Ada beberapa seri yang saya incar, tapi kandidat utama saya Janome SUV 1122.

janome suv 1122

janome suv 1122

gambar diambil dari sini 

Berbekal catatan hasil browsing, sepulang dari periksa kehamilan ke dokter, berkunjunglah saya, mas Yudha dan Saskia ke area pertokoan mesin jahit, yaitu di Petolongan, Semarang. Sempat ada perseteruan antara saya dan mas Yudha sebelum sampai ke sana, gara2 kesasar2 dan berputar2 gak karu2an di area pecinan, yang mana ternyata untuk masuk ke jl. Petolongan kudu lewat Mataram. Setelah sampai, bingung mau ke toko mana, habisnya ada beberapa dan kata si tukang parkir yang jual itu pada saudaraan, jadi paling harganya beda2 tipislah.

Kebiasaan saya sebelum beli barang apapun, mengunjungi semua toko untuk survei barang dan harga, baru menuju toko yang punya barang bagus dan ngasih harga paling murah. Tapi mas Yudha yang sudah hafal dengan tabiat saya kalau belanja, langsung ngasih pesan sebelum saya turun dari mobil, ‘langsung ke 1 toko aja, sebut merk dan seri yang dimau, langsung tawar.. gak usah tanya2 merk dan tipe lain’… yang terbukti dengan ketika si penjual nawarin Singer dan saya sedikit tergoda, mas Yudha langsung ngasih kode nyenggol2 sikut sambil bisik2, ‘udahh, fokus, fokuus… gak usah lihat2 yang lain’.

Ternyata 3 seri yang sudah saya survei di internet gak ada semua, ya sudahlah, berhubung saya sudah mantap sama merk hasil survei saya, akhirnya pilihan jatuh sama yang available: Janome Indigo 18. Tampilan gak sekeren yang SUV 1122 sih, spec-nya juga dibawahnya, tapi sebenarnya memenuhi syarat yang saya perlukan. Harga gak bisa ditawar blas, 2.2 juta. Berhubung juga sudah diburu2 mas Yudha untuk gak berlama2.

janome-indigo-18

janome-indigo-18

gambar diambil dari sini 

Setelah oke, saatnya coba2 sekaligus ngecek performa mesin jahitnya. Minta diajari pula dari cara masang benang di bobbin, masangnya, masang benang sampai masukin ke lubang jarumnya, hingga bikin bordir manual sederhana, membuat lubang kancing otomatis, dll. Ya ada perbedaan lah sama Singer ibu saya.

Oh ya beberapa yang saya suka dari mesin jahit ini adalah:

  • ada berbagai variasi motif dan panjang jahitan, hasil jahitannya pun bagus
  • ada alat untuk masukin benang ke lubang jarum otomatis
  • ada pemotong benangnya
  • bisa bikin lubang kancing dengan 1 langkah otomatis
  • bisa untuk jahit kain yang agak tebal, seperti jeans
  • suaranya relatif lebih halus kalau dibandingin dengan Singer lawas punya ibu saya (atau karena masih baru ya?)
  • pedalnya enteng, enak buat nge-gas
  • hard covernya berbentuk kotak dan rapih dipandang, jadi gak perlu cover kain lagi

So far saya puas dengan performanya. Masih baru kali yaa…

Dan ini dia hasil karya pertama saya dengan mesin jahit baru:

sarung bantal bale2

sarung bantal bale2

Saskia juga langsung deh berinisiatif, ‘Ma, aku ambil celana2ku yang sobek2 yaa…’, papanya juga ikut2an.

Oh ya, btw, Janome ini juga sekaligus jadi hadiah ultah dari mas Yudha untuk saya 🙂

Thanks! Thanks!! Thanks!!!

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Erin and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Mesin jahit baru :)

  1. baiqrosmala says:

    Saya beberapa bulan lalu pernah mupeng banget pengen bisa jahit-jahit, alhasil saya beli mesin jahit portable. Sampe sekarang gak bisa dan gak paham cara make mesin jahitnya gimana hehehe apa mesti ikut kursus jahit dulu kali ya?

    • erinyudha says:

      kalau belum pernah sama sekali lebih baik kursus mbak.. hehe.. kalau saya dulu sering lihat ibu saya jahit, terus minta diajarin yang penting2, seperti cara setting benang, cara mengendalikan jahitan, memulai dan mengakhiri jahitan, dll.. selanjutnya coba2 sendiri 😀 seru lhoo kalau sudah bisa 🙂

      • baiqrosmala says:

        waah seruu yaa.. udah ditawarin sii sama suami buat kursus jahit aja, soalnya dia lama2 gregetan juga liat aku otak atik mesin jahitnya gak bisa bisa haha. makasi infonya mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s