Berbagi inspirasi lewat Kelas Inspirasi (1)

Berawal dari membaca blog seorang teman yang pernah ikutan Kelas Inspirasi (KI) di Jakarta, saya jadi terinspirasi untuk berpartisipasi di KI juga. Buat yang belum tau KI itu apa, silakan baca di sini. Saya langsung cari tahu kapan KI bakal ada di Semarang.. and.. here you go..! Kalau jodoh memang gak ke mana, hehehe.. Waktu saya cari info itu di bulan Juli. Kebetulan lagi buka pendaftaran yang deadline-nya awal Agustus. Hari inspirasinya sendiri bakal diadakan pada Senin, 14 September. Dari mulai daftar sudah mulai berdoa, semoga pada tanggal tersebut tidak ada hal2 penting dalam pekerjaan di mana saya harus hadir. Biar nanti saya ijin lisan saja sama atasan, beberapa hari sebelumnya.

Pengumuman diterima sebagai relawan pengajar sekitar 2 minggu kemudian. Senang sekali, dan langsung berpikir bagaimana ya cara memperkenalkan profesi insinyur pengairan kepada anak SD? Kata dosen saya dulu.. orang itu baru bisa dibilang hebat kalau bisa menjelaskan hal rumit menjadi sederhana yang bisa dipahami anak usia 10 tahun.

Oh ya, sebagai bekal mengajar, kita dikasih modul dan juga ada kelas pembekalan yang diadakan 2 minggu sebelum hari inspirasi. Di sana, selain diajari tips2 mengajar anak SD, juga dipertemukan dengan anggota2 kelompok kita, diberi tahu di SD mana kita bakal mengajar, bertemu langsung dengan perwakilan sekolahnya, dengan dibimbing oleh 2 orang fasilitator berbaju orange, yaitu mbak Inung dan mas Adit.

Hari pembekalan KI Semarang 2

Hari pembekalan KI Semarang 2– (duh maaf.. ini saya lupa diambil dari kamera siapa sumbernya.. mas ahmad kalau gak salah)

Di hari pembekalan ini juga kami saling berkenalan, tukar nomor hp, bikin grup whatsapp untuk memudahkan berkomunikasi, membahas persiapan, termasuk mengatur jadwal mengajar. Oh ya, ada 11 relawan pengajar dalam kelompok kami, plus 2 fotografer, 1 videografer. Tadinya masing2 disetting mengajar 2 kelas. Saya langsung pilih untuk mengajar anak kelas 4 dan 6. Kenapa..? karena saya punya anak TK B, dan saya pikir anak kelas 1-2 gak akan beda jauh karakternya, masih susah diatur dan semaunya sendiri.. Saya mau mengajar dengan tenang, tanpa perlu teriak-teriak atur sana sini, belum lagi kalau pada ribut sendiri atau ada yang nangis..

Seminggu sebelumnya, beberapa dari kami bertemu lagi untuk membahas detail persiapan dan bagi tugas. Saya kebagian jadi bendahara. Yang dibahas pada pertemuan ini antara lain, soal pin yang mau dibagikan untuk anak2, pohon cita-cita yang bakal ditulisi anak2, kenang2an untuk pihak sekolah berupa kolase foto kegiatan mengajar nanti, konsumsi, besar dan mekanisme iuran serta perubahan jadwal mengajar.

Seiring berjalannya hari, 1 per 1 relawan mundur karena berbagai alasan. Bahkan hingga hari H, total 6 relawan mundur, hingga tinggal ada 5 pengajar, yaitu mbak Sinta (marcomm di Suara Merdeka), mas Galih (polisi), mbak Kumala (dosen akuntasi di Univ Trisakti), mas Ahmad (kerja di Pertamina), dan saya sendiri. Mau gak mau masing2 kami harus tambah kelas mengajar. Alhamdulillah para dokumentator: mas Galih P, dek Dinda, dan mas Alvian, tidak ada yang mengundurkan diri..

Bagaimana dengan persiapan mengajar?

Jauh2 hari saya sudah berpikir tentang materi dan metode mengajar. Tapi apa daya, kesibukan pekerjaan di kantor dan rumah tangga serta mengurus Saskia dan Thoriq membuat saya terus menunda, dan menunda dalam menyiapkan bahan. Hinggaa 2 hari sebelumnya. Emang yaa, we work best bila dalam kondisi under pressure. Orang kalau sudah kepepet bisa beres juga. Jadi sabtu dan minggu itu saya ngebut browsing gambar di internet dan ngeprint, dibantu sama mas Yudha dan (direcokin) Saskia.

Awalnya bingung, saya mau nampilin gambar apaan, tapi mas Yudha membantu saya lebih realistis. Apalagi jadwal saya mendadak berubah menjadi mengajar anak kelas 2, 3 dan 6. What we can explain about water resources engineer to 7 years old kids?

Jadi saya print saja gambar2 seperti: kartun insinyur pakai helm proyek sambil pegang gambar, kartun anak2 lagi cuci piring dan baju, bayi lagi mandi, sawah hijau, kartun alat2 berat, waduk dan bendungan sebelum dan sesudah jadi, dll.

Saya nonton youtube juga kelas inspirasi sebelumnya di berbagai kota. Cari ide juga kalau kelas mendadak kacau dan berisik bagaimana cara mengendalikan dan menarik perhatinnya, nyanyi lagu sederhana apa, dll. Oh ya saya sempat latihan juga mengajar dengan Saskia sebagai muridnya, yang mana dia sangat excited saya mau ngajar anak SD, dia ketawa2 terus, dan agak maksa pengen ikut ke SD lihat saya jadi ibu guru di hari inspirasi.

(bersambung)

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Erin and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s