Berbagi inspirasi lewat Kelas Inspirasi (2)

Tibalah saatnya hari inspirasi, Senin, 14 September 2015. Alhamdulillah dimudahkan dalam mendapat ijin tidak masuk kantor.

Oh ya, sebelum hari-H itu sebenarnya ada 5 relawan mengundurkan diri, ditambah 1 orang tanpa kabar di hari inspirasi. Padahal SD ada 6 kelas, kalau relawan cuma ada 5 bakal ada 1 kelas yang kosong. Jadilah mbak fasilitator mendadak turun tangan ikut mengajar.

Setelah seremonial pembukaan yang dipimpin pak ketua, anak2 pun baris masuk kelas setelah bersalaman dengan guru2 dan kami. Kami sendiri istirahat dulu, nyemil2 minum teh, dan berdoa semoga segalanya berjalan lancar.

Saya beruntung mendapat kesempatan mengajar di kelas 2, 3 dan 6. Tiga kelas dengan 3 karakter murid-muridnya yang berbeda-beda. Dari kelas yang muridnya banyak, bersemangat dan amat sangat aktif  (sampai sulit dikendalikan :), hingga kelas yang sepi dan pasif. Kami yang sebelumnya diminta membuat lesson plan oleh fasilitator, bubar jalan deh..

Kelas yang pertama saya masuki adalah kelas 3. Saya awali dengan menunjukkan gambar2 dan dari situ cerita mengalir. Di sini saya banyak cerita tentang air, sambil menunjukkan gambar2 penggunaan air dalam kehidupan sehari2. Sambil banyak bertanya kepada murid2. Sesuai dugaan saya, anak2 kelas 3 ini sudah cukup bisa diatur untuk duduk manis sambil mendengarkan. Dan mereka lumayan responsif lho, jika saya bertanya mereka selalu aktif menjawab.

anak2 kelas 3 - picture sources: galih wisnu prabowo

anak2 kelas 3 – duduk manis mendengarkan (dokumentasi: galih prabowo yekti)

Sesuai misi KI, yang tujuannya memperluas wawasan anak2 SD mengenai berbagai profesi, bingung saya, bagaimana coba menjelaskan profesi insinyur pengairan. Paling tidak mengenalkan ‘hasil karya’nya yaitu bangunan2 air yang familiar macam bendungan, waduk, saluran irigasi, dll. Tidak mudah yaaa saudara-saudari ternyata, menjelaskan hal yang rumit supaya mudah dicerna anak2.. Tapi saya jadi tertantang. Kalau kata Albert Einstein, ‘If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough’. Saya mau buktikan sama Einstein kalau saya mengerti dengan baik 🙂

'siapa yang tau apa kerjaannya insinyuurr..?' - (dokumentasi: galih wisnu prabowo)

‘siapa yang tau apa kerjaannya insinyuurr..?’ – (dokumentasi: galih prabowo yekti)

Ternyata banyak juga yang tidak tahu apa itu profesi insinyur. Apalagi insinyur pengairan. Lucunya lagi, setahunya mereka, insinyur itu tukang bangunan :)) kalah populer sama profesi polisi, guru atau tentara.

Akhirnya saya lebih banyak mengajak mereka berpikir dengan pertanyaan2: …dari mana asal air yang kita dapat sehari2; …nasi yang asalnya dari padi itu supaya tumbuh dapat air dari mana; ya kalau musim hujan dari hujan; kalau kemarau dari mana?; …kalau mereka jawab dari sungai, terus saya pancing lagi mereka berpikir, bagaimana cara air sungai supaya bisa sampai sawah yang letaknya jauh dari sungai …kalau musim hujan kan banyak air, musim kemarau kekurangan air, bagaimana ya supaya kita bisa nabung air untuk digunakan di musim kemarau; …dst…

Terlalu berat untuk anak SD..?? …mungkin saya yang terlalu ambisius :))

Alhamdulillah saya diuntungkan dengan lokasi SD tsb yang dekat dengan waduk Jatibarang. Dan kebanyakan anak2 tsb sudah pernah ke sana. Jadi saya jelaskan deh kalau waduk itu gunanya… blablabla.. surprise juga mereka taunya itu tempat wisata, hihihi…

waduk jatibarang

waduk jatibarang – semarang – (gambar diambil dari sini)

Kelas ke-2 yang saya masuki adalah kelas 2. Kesan2nya..?? Heboohh…!!!

Lima sepuluh menit pertama masih bisa dikendalikan… selanjutnyaa, ampuuun… saya salut bener dah sama ibu guru yang ngajar anak2 kelas dua ini. Kudu super sabaaarrrr.

anak2 kelas 2 -- 5-10 menit pertama (dokumentasi: dinda ayu s.)

anak2 kelas 2 — 5-10 menit pertama (dokumentasi: dinda ayu s.)

Anak2 gak sabar sama gambar2 yang saya bawa, mereka pada maju ke depan dan curi2 lihat gambar2 di meja yang belum saya tunjukkan… Belum selesai nyuruh anak2 itu kembali ke tempat, eh ada yang ribut, terus nangis.. Sepertinya susah buat anak2 umur segini duduk manis mendengarkan 1 orang ngomong di depan yaaa..

anak2 kelas 2 -- setelah lewat 10 menit (dokumentasi: dinda ayu s.)

anak2 kelas 2 — setelah lewat 10 menit (dokumentasi: dinda ayu s.)

Yaudah, saya beri pertanyaan ‘sebutkan 3 kegunaan air’. Yang bisa boleh maju ke depan nulis di papan tulis. Tadinya hanya 2-3 orang yang mau maju, lama2 hampir semua ingin maju, terus rebutan spidol dan tempat menulis di whiteboard. Terus ada yang memulai nakal tulisan temannya dihapus, dst.. dan akhirnyaa, terjadilah keributan yang tidak terkendali… Pusing deh ibu guru.

Super ribut, sampai saya teriak2 tidak ada yang nurut. Suara saya sampai serak dan nyaris tidak terdengar.. Saya ajak nyanyi gak ada yang dengerin. Saya pukul2 whiteboard pakai penggaris gak ada yang gubris. Tau2 sudah ada 3 anak nangis ribut sendiri2. Satu anak nangis ngejogrok di bawah meja paling belakang. Terus ada yang teriak ‘saya ngantuk ibu guru, pengen pulaaang…!’. Ada juga 3 anak laki2 buka pintu dan mainan di teras kelas. Lalu tiba2 ada yang main panjat2an pintu dan jatuh tergeletak kesakitan. Huwaaaa…. Ampuuuunn..

Mana saya dapat tugas mulia untuk membimbing anak2 menuliskan cita2 mereka di MMT dan pin. Ya, karena jam kedua ini jam terakhir bagi anak2 kelas 1 dan 2 di sekolah. Semula tidak ada yang temani saya di dalam kelas. Ketika kelas semakin tidak terkendali dan saya kewalahan, saya panggil Dinda sang fotografer untuk minta bantuan…

Syukurlah akhirnya kelar juga tugas saya di kelas.. dengan 1 anak yang keukeuh gak mau nulisin cita2nya, dan gak mau dikasih pin juga…

anak2 kelas 2 -- berhasil juga membimbing mereka mereka menuliskan cita2nya - (dokumentasi: dinda ayu s.)

anak2 kelas 2 — akhirnyaa.. berhasil juga membimbing mereka mereka menuliskan cita2nya – (dokumentasi: dinda ayu s.)

Selesai kelas, suara saya nyaris tidak terdengar.. padahal baru sekitar 1 jam lebih saja saya menghadapi mereka… bagaimana dengan ibu guru wali kelasnya ya…??

Setelah istirahat sejenak, minum teh dan air putih, serta memastikan suara saya terdengar kembali… saya pun siap melangkah menuju kelas terakhir, yaitu kelas 6.

Kesan dan pesan, anak2 kelas 6 bagaikan langit dan bumi dengan anak2 kelas 2. Anak2nya cenderung pasif dan pendiam. Bahkan ketika saya melontarkan pertanyaan, mereka diam seribu bahasa. Bingung deh saya, karena tadinya saya pikir anak2 kelas 6 bisa lebih aktif lagi diajak diskusi.

Akhirnya selain cerita ngalor ngidul soal profesi insinyur pengairan, manfaat air, waduk, dsb., saya juga bertanya tentang cita2 mereka satu per satu. Awalnya suliiit sekali membuat mereka mau mengeluarkan suara. Jadi begini yah.. rasanya dicuekin kalau lagi ngomong di depan kelas.. 🙂 saya jadi mengerti perasaan para guru, dosen, profesor, pembicara di seminar atau training… kalau para audiens-nya cuma duduk manis tanpa suara, bahkan ketika ditanya.

anak2 kelas 6 - wajah2 penuh harapan - (dokumentasi: galih wisnu prabowo)

anak2 kelas 6 – (dokumentasi: galih prabowo yekti)

(Saya jadi teringat duluuu banget, ketika sedang ikut course Jakarta flood hazard mapping. Waktu itu yang ngasih materi konsultan dari Belanda, pakai bahasa Inggris. Kami para peserta pasif bener. Termasuk saya. Kalau saya, waktu itu karena bahasa Inggris saya masih payah. Belum terbiasa dengar orang bule ngomong pakai bahasa Inggris. Ditambah lagi topiknya berat, seputar hidrologi, hidrolika, dkk, pokoknya banyak pakai istilah2 teknik pengairan yang saya belum familiar. Saya ingat londo-nya itu sampai geregetan, gara2 setiap dia melontarkan pertanyaan gak ada yang jawab… ditanya, ‘apakah anda mengerti’ pun tidak ada yang jawab :)) yah.. sekarang saya baru mengerti perasaan dia saat itu :D)

Padahal ya, bagi saya sebagai guru, senang banget kalau murid2 merespon sama materi yang saya bawakan. Apalagi kalau saya bertanya, whatever the student’s answer mah gak masalah mau benar atau salah gak masalah. Kecuali kalau sudah diterangkan berulang kali dan murid2nya gak bisa jawab dengan benar, sedih bangettt, berarti saya nya yang gak bisa ngajar dengan baik 😀

Kembali ke kelas 6, cita2 mereka cukup unik juga. Ada yang ingin jadi pemain sepak bola, penyanyi (padahal anaknya pemalu pisan) dan montir. Yang terakhir ini sempat saya tanya, ‘ingin jadi montir pesawat terbang??’, yang dia jawab dengan polosnya ‘gak bu, saya mau jadi montir motor ajah’. Sederhana sekali. Betapa anak2 ini butuh figur, contoh yang bisa dia lihat sehari2, supaya cita2nya lebih tinggi dan beraneka ragam. Bukan tidak heran memang, kalau cita2 mereka sebenarnya adalah apa yang pernah atau selalu mereka lihat sehari2.. seperti polisi, guru, tentara, dokter.. maupun di layar televisi.. seperti penyanyi, pemain sepak bola dan chef. Bukan tidak heran pula kalau insinyur dikiranya sebagai tukang bangunan.. karena orang cenderung bilang kalau insinyur itu orang yang bangun gedung, rumah, jalan, jembatan, bendungan… sementara yang mereka pernah lihat di sekeliling, yang bangun itu semua ya kuli/tukang bangunan.

Oh ya, ada yang menarik juga ketika saya menunjukkan gambar Kerr Dam, sebuah bendungan dengan terjunan air yang indah di US, kepada anak-anak kelas 6. Ada yang bertanya, ‘Itu ada di mana, bu guru? Saya mau ke sana.’ Saya jawab, ‘ini ada di luar negeri’. Kemudian saya sambung dengan semangat, ‘siapa yang mau ke luar negeri…??’ Sunyi senyap. Tidak seorang pun menjawab atau mengangkat tangan! Wajah mereka datar. Seolah-olah ke luar negeri seperti angan-angan yang tidak mungkin jadi kenyataan.

Tapi ketika saya pancing mereka dengan berandai-andai, menanyai mereka satu per satu, keluar juga mimpi-mimpi mereka. Yang ingin jadi pemain sepak bola ingin ke Brazil. Yang lain ingin ke Inggris, Australia, Spanyol, dan sebagainya. Seulas senyum  pun mulai mengembang di wajah-wajah polos penuh harapan.

Yang tidak boleh dilupakan dan harus dijelaskan juga kepada mereka adalah, untuk mencapai cita2, butuh proses, perjuangan, kerja keras, ketekunan, dan semangat yang tinggi.. Pastinya akan selalu ada rintangan dan kesulitan. Yang paling penting bagaimana bisa terus fokus dan tidak mudah putus asa menghadapi hambatan yang ada.

Semoga kelas inspirasi bisa terus berjalan, untuk membangun lebih tinggi cita-cita anak-anak Indonesia.

Salam inspirasi..!!!

kelas inspirasi semarang #2 - kelompok 14 - dokumentasi: galih wisnu prabowo

kelas inspirasi semarang #2 – kelompok 14 – (dokumentasi: galih prabowo yekti)

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Erin and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s