Hidup Bersih Rapih Tertib Teratur (BRTT)

Dear my children Saskia and Thoriq… and Indonesian people.

Menulis ini ketika mendengarkan ceramahnya Aa Gym tentang sesuai judul di atas. As you know, kebanyakan orang2 di negeri kita tercinta, masih banyak yang belum bisa menerapkan hidup bersih rapih tertib teratur.

Prihatin kalau lihat orang buang sampah sembarangan. Prihatin lihat toilet2 umum yang seringkali jorok, kotor dan bau. Prihatin lihat sekeliling di mana banyak sampah2 berserakan, termasuk di sungai.

Tahukah kamu, sungai Citarum di Jawa Barat mendapat predikat sebagai salah satu dari 10 sungai terkotor di seluruh dunia?

Padahal, kebersihan sebagian dari iman. Sebelum sholat kita harus membersihkan diri dengan berwudhu. Tempatnya juga harus bersih. Begitu pula dengan pakaian. Tidak boleh terdapat najis. Bahkan Rasulullah juga mengajarkan kita cara membersihkan najis.

Sebal kalau mencari2 sesuatu tapi gak ketemu2 karena menaruhnya sembarangan. Sebal kalau ditempatkan di tempat kerja yang ruangannya lebih mirip gudang, dengan dokumen2 berantakan dan debu di mana2. Lihatlah di kantor2 swasta yang profesional seperti bank, atau hotel bintang 5, ruangannya sangat nyaman, rapih dan bersih.

Tahukah kamu, karakter orang bisa tercermin dari rumahnya, kamarnya, ruangan kerjanya?

Padahal, Islam juga mengajarkan kita untuk hidup rapih. Bisa terlihat dari shaf-shaf sholat yang ada aturannya. Harus lurus, jaraknya rapat. Al Qur’an juga disusun menjadi 14 surat, tiap surat terdiri dari beberapa ayat. Di negeri mana pun di seluruh dunia, susunan al Qur’an ya seperti itu. Jumlah suratnya segitu, tiap suratnya terdiri dari sekian ayat. Sama di mana2. Rapih susunannya.

Kesal kalau rapat seringkali ngaret mulainya, bahkan sampai 1 jam. Kesal kalau janjian sama dosen mau asistensi jam 10, gak taunya ditunggu2 dosennya datang jam 1, atau bahkan gak jadi datang. Kesal kalau mau naik pesawat tapi pesawatnya delay 3 jam. Bisa kacau jadwal yang sudah disusun rapih.

Tahukah kamu orang Indonesia terkenal suka ngaret (datang telat, janjian telat, suka mengubah2 jadwal seenaknya)?

Padahal, Allah juga meminta kita untuk hidup tertib. Dalam beribadah, misalnya sholat, yang ada waktu2nya, yang gak bisa sembarangan. Bahkan Allah juga memberi pahala yang besar untuk yang tertib sholat di awal waktu. Memberi zakat juga ada tata tertibnya. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum sholat idul fitri. Zakat mal dikeluarkan setelah mencapai nishab. Berwudhu, berhaji, semua ada tata tertibnya. Aturan dalam berhaji dan berpuasa malah, kalau melanggar, ada sanksinya.

Jengkel kalau lagi antri terus diserobot. Jengkel kalau lagi nyetir di jalan raya melihat kiri kanan mobil salip2an sembarangan pindah jalur atau ugalan, belok gak kasih tanda. Jengkel kalau mesti naik angkot atau bis yang datangnya suka gak pasti, malah pakai acara nge-tem (nunggu penumpang sampai penuh).

Padahal, ibadah2 lainnya dalam Islam juga mengajarkan kita untuk hidup teratur. Sahur dan berbuka puasa ada waktu2nya. Beda semenit saja bisa mengakibatkan puasa tidak sah. Yang bisa mengakibatkan batalnya mendapat pahala. Bahkan Rasul2 juga mengajarkan, dengan berpuasa badan bisa menjadi sehat. Karena organ pencernaan bekerja dengan teratur.

Tapi kenapa banyak orang di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim/muslimah, kesulitan menerapkan hidup BRTT ini..?

Bukannya mau membandingkan… dan menganggap orang2 dari negara maju lain lebih baik… tapi tidak ada salahnya kita belajar juga dari orang (yang bukan dari negara Islam sekalipun), jika memang pelajaran itu baik untuk kita dan lebih dekat dengan sifat dan sikap yang semestinya dimiliki orang Islam.

Dear my children Saskia and Thoriq… (and Indonesian kids).

One day, you have to come in developed country(/ies), not only for one-week travelling, not only for two-weeks shortcourse, but please stay for years.

Be clever. Be diligent. Be sedulous and never give up. Look for chance to see the world when you are young. Get a scholarship to study abroad. Your parents are not rich enough to send you to school in the country(/ies).

See how they build their habits, that become their characters. Think how they built their country(/ies), including the transportation system, the infrastructures. See how they take care of their nature, the air, the cleanness of the cities, the water resources and so on.

Then, start from yourself, hope people around you will follow. Be a role model. Be a part of changes.

Last but not least, don’t forget to be good, be anak sholeh/sholehah.

(to be continued)

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Cerita kita, Erin, Saskia, Siraman rohani, Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Hidup Bersih Rapih Tertib Teratur (BRTT)

  1. yudha says:

    Ammiinnn moga moga terkabul doanya..
    “It takes Village to raise Children” 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s