Erin

Hobi baru: berkebun anggrek

Believe it or not: Seperti juga alergi, hobi itu bisa menurun lho.

Ibu saya hobi menjahit. Gara2 sering lihat ibu menjahit waktu kecil, jadilah kepikiran ide, enak juga ya kalau ingin bikin apa2 gak usah ke penjahit. Juga kalau baju perlu permak2 sedikit, macam celana yang kepanjangan, jahitan sobek dan sebagainya. Akhirnya sejak SD saya mulai belajar menjahit. Dari yang pakai tangan, sampai akhirnya belajar pakai mesin jahit.

Ibu saya juga hobi berkebun. Rumah kami, walau sering berpindah2 waktu saya kecil, ibu saya selalu berhasil menyulap halamannya menjadi asri. Memenuhinya dengan berbagai macam tanaman2. Dan tentu juga merawatnya. Di hari libur, ibu saya bisa seharian menata taman di halaman. Mengolah medianya setiap beberapa bulan sekali, menambahi pupuk, juga membuang daun2 yang mulai kering menata bentuknya agar tampak rapi dan sedap dipandang.

Saya, walau sering diberi tugas menyirami kalau sedang tidak ada ART, tidak ada ketertarikan untuk berkebun. Senang sih lihat halaman rumah yang asri. Tapi kalau disuruh merawat: Noo!!

Ketika saya pindah ke rumah saya sendiri, ibu saya bilang kalau rumah saya bakal gersang gitu deh tanpa tanaman, karena beliau tau saya gak suka bertanam2. Bapak saya juga sampai bilang, beli tanaman plastik saja taruh di halaman, yang gak perlu perawatan.

Tadinya saya pikir, ya sudahlah, supaya halaman gak garing2 amat, saya kasih rumput dan pohon palem. Eh terus, teman kantor saya, mbak Ari, berhasil menularkan virus berkebun yang barangkali DNA nya pada dasarnya sudah mengalir di tubuh saya. Hanya perlu dipicu.

Pertama dia ngasih potongan dahan tanaman kamboja kuning. Kemudian tanaman2 lain di pot kecil yang saya gak tau namanya apa. Terus dia kasih saya anggrek vanda. Tapi saya kurang sukses, hingga dari 8 batang, mati 6. Dua yang hidup pun tidak pernah berbunga lagi. Selanjutnya dia kasih saya anggrek dendro. Pertama satu, terus dua, terus tiga. Terus dia kasih lagi anggrek jenis phalaenopsis amabilis. Akhirnya kalau lihat anggrek bawaannya ingin beli. Bagus2 bunganya. Hingga eehh ko jadi banyak ya.

Awalnya saya agak males2an ngerawatnya. Alakadarnya. Jadinya cuma disiram aja. Yaa anggrek gitu lho.. mana mau ngembang lagi dengan hanya disiram doang.

Lama-lama-lama… ko sayang yaa, anggrek bagus2 lama2 tak terawat. Beberapa mulai kering dan layu. Ada juga yang batangnya keriput atau busuk gara2 kebanyakan disiram air. Ada yang daunnya gosong kepanasan. Ealaaah.. anggrek itu seperti bayi ternyata, kudu dirawat dengan sepenuh hati, dan hati2.

Gak boleh terlalu kena terik sinar matahari. Tapi juga tidak boleh terlalu teduh. Dikasih airnya harus pas. Kalau kebanyakan bisa busuk. Kalau kurang bisa kering. Daaan, kudu wajib hukumnya disemprot2 vitamin. Ya untuk akarlah.. ya untuk supaya rajin berbunga lah…

Semula, anggrek yang saya beli atau dapat dalam keadaan berbunga, setelah bunganya rontok, tidak pernah berbunga lagi. Saya malah jadi penasaran dan tertantang. Jadi deh saya cari tau ilmunya. Kebetulan di dekat rumah ada yang tempat jual dan persewaan anggrek. Kebetulan lagi, pemiliknya, ibu Lusi, baiiik banget mau bagi2 ilmu. Sekali datang saya bisa dapat kuliah gratis 1 jam tentang bertanam anggrek. Pelan2, anggrek2 saya pun mulai berbunga lagi…

Jadi saya kasih 2 vitamin. Masing2 seminggu sekali. Vitamin buat akar saya kasih di hari rabu, yang buat bunga saya kasih di hari minggu. Cukup disemprot dari akar, batang hingga daun. Kalau bisa di daun bagian bawah. Jadi nyemprotnya dari bawah gitu.. Kalau bunganya jangan disemprot. Jangan pula disiram air supaya awet. Oh ya jangan lupa sambil nyanyi ya kalau lagi semprot2, atau sambil diajak ngobrol, hihihi.

Alhamdulillah… Senangnya hati lihat kebun penuh warna warni bunga 🙂

kamboja kuning
kamboja kuning–pertama kali berbunga setelah 1.5 tahun saya tanam
koleksi anggrek
koleksi anggrek
koleksi anggrek
koleksi anggrek
koleksi anggrek
koleksi anggrek

Senangnya kalau lagi semprot2 pagi2 lihat yang begini…

calon bunga
calon bunga–tiga tangkai dalam satu pot!!
bakal bunga
bakal bunga–mulai ngintip
taman asri, semua senang
yang sering main di taman

Yang ini tanaman pelengkap, lidah buaya itu dikasih dari mbak Ika, teman kantor. Yang sebelahnya lidah buaya itu juga dikasih mbak Ari. Gelombang cinta dikasih 4 pot dari ibu mertua, diimport khusus dari Madiun 😀 … Gak modal banget ya saya… tapi bener itu dikasih lhoo… bukan saya yang minta.. Yang melati sabrina baru beli sendiri, hehehe.

pelengkap kebun-- bunga melati apa ya ini namanya, lupa.. ohya lidah buaya itu juga pemberian teman: mbak ika
pelengkap taman– bunga melati sabrina
Advertisements

2 thoughts on “Hobi baru: berkebun anggrek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s