Saskia

Cerita Ramadhan #2: Namanya juga anak laki2

 

Tiga bulan yang lalu ketika Thoriq sudah mulai bisa jalan dan mulai berantakin sana sini saya masih kalem manggilnya, ‘Thoriiq.. gak boleh gitu ya, Naak.. ayo bereskan yuuk..’ lembut bener. Iya, namanya juga ke anak 1 tahun ya kaan.. Tapi sebenernya itu bener2 bukan saya.

Tiga bulan setelahnya… rumah semakin berantakan saja, barang2 tergeletak tidak pada tempatnya, lantai lengket di sana sini.. remah2 makanan semakin mudah ditemukan hampir di setiap jengkal di mana Thoriq sering mondar mandir sambil bawa cemilan.. dan.. bisa diduga, semut semakin sering terlihat menggerombol menyerbu remah2..

Kalau sudah gitu refleks saya pasti teriak, ‘THORIIIIIIQQQQQQ..!!!!!!!!’

Memang bener kata orang, anak laki sama perempuan itu beda. Laki2 jauhh lebih aktif. Sementara kakak perempuan lebih bertanggung jawab.

Misalnya, waktu saya, mas Yudha, Saskia, bibi, mbak mencoba taraweh bersama2 di masjid dengan membawa Thoriq. Mas Yudha di depan dong, bebas tugas dari gangguan Thoriq. Sementara Thoriq kami berempat yang asuh. Hari pertama, masih terkendali, dia hanya mondar mandir di 4 sajadah kami. Kedua kalinya doong.. mulai berani ke mana2 dia. Saya jadi tidak konsen.

Saskia saya serahi tugas, pokoknya kalau Thoriq jalan2 jauh dari kami, Saskia yang batalkan sholat untuk jaga Thoriq. Jadi kalau Thoriq anteng, Saskia sholat.. kalau Thoriq mulai jalan menjauh, Saskia langsung ikuti terus angkat Thoriq balik ke sajadah kita.. gitu terus bolak balik.. Kalau Thoriq minta minum atau makan, Saskia juga yang ambilkan..

Hingga akhirnya Thoriq makin berani menjelajah ke sana kemari.. sehingga di suatu akhir 2 rakaat sholat taraweh Saskia bilang ke saya.. ‘Ma, aku gak sholat ya, aku jaga Thoriq’.

Anak sholehah.. semoga banyak rezeki, panjang umur, sehat selalu, sukses dan lancar perjalanan hidupmu, dunia dan akhirat ya..

Cerita lain, seperti juga pagi ini, pas lagi siap2 pakai kerudung mau ke kantor, seperti biasa Thoriq dibiarkan berkeliaran menjelajah kamar saya.. bongkar2 laci meja tulis, bongkar2 lemari baju … yah yang punya anak 1 tahun tahu lah gimana sehari2nya rumah jadi gak pernah rapi.. hingga tiba2.. krincinnggg krincinnggg krincinnggg klontang teng teng…!

Hyaaaaaa.. bubar sudah semua isi celengan saya..

“Thoriiiiqqqq..!!! Lihat apa yang kamu lakukan..!!!” Anaknya sih dengan wajah polosnya malah cengengesan..

Saskia yang sedang siap2 sekolah di ruang keluarga segera menuju kamar saya. “Adeeekk..” katanya dengan wajah sumringah.. “Sabar, Maaa.. namanya juga anak laki-laki..” katanya lagi sambil jongkok dan memunguti koin2 yang bertebaran di lantai kemudian membereskannya kembali ke celengan..

Saya bengong sesaat. Ini yang ibunya yang mana yah.. Masak kalah dewasa dan sabar dari Saskia..

menjaga adik
menjaga adik laki2
Advertisements

2 thoughts on “Cerita Ramadhan #2: Namanya juga anak laki2

  1. Thoriq ini sering banget diangkat kakaknya kalo jalan ke arah yang berbahaya atau berpotensi utk membuat berantakan hehe.. kakaknya sayang adiknya memang nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s