Tips

#Latepost: Tips menghindari hal-hal yang sering mengganggu ibadah Ramadhan

Tips ini basi sebenarnya.. orang lebaran sudah lewat.. tapi gak ada salahnya toh semoga bisa untuk diterapkan di bulan Ramadhan2 berikutnya..

Setelah puluhan tahun menjalani Ramadhan dan lebaran, hal2 yang sering membuat kita gak konsen untuk ibadah adalah gak jauh2 dari soal belanja2 dan beli2.. ya baju, ya makanan, ya hadiah2, ya kue2, ya hidangan berbuka. Iya, belanja kan perlu waktu, perlu tenaga, perlu usaha, perlu fokus untuk pilih2, dsb. Dan makin kemari jalan tambah macet, orang tambah banyak.. saya yang gak suka keramaian jadi bakalan stres banget kalau mesti melalui jalanan macet, masuk ke toko/supermarket/mal yang penuh sesak, terus antri belanja.. iihh nightmare buat saya..

Padahal Ramadhan bulan yang sayaang banget kalau gak dimanfaatkan sebaik2nya. Jadi inilah tips dari saya supaya Ramadhan gak diribetin dengan urusan2 belanja2 dkk.

  1. Urusan makanan

Buang jauh2 prinsip bahwa ketika bulan puasa maka hidangan berbuka dan sahurnya harus istimewa. Karena kalau kita pegang prinsip itu, yang ada ribet mikir dan belanja hari ini buka dan sahur pakai apa. Ini yang sampai sekarang saya gak habis pikir. Bulan puasa makannya jadi 2x sehari kenapa belanjanya jadi tambah banyak. Padahal kalau puasa senin-kamis saja bukanya pakai teh manis hangat saja pun jadi.

Kan namanya juga bulan puasa. Saatnya melatih menahan dan mengendalikan diri. Jadi ya menunya mestinya hampir sama saja seperti hari2 biasanya. Paling saya perbanyak buah dan sayur, serta madu dan vitamin2, agar badan tetap sehat kuat dan fit. Toh perut segitu2nya. Kadang jam 2-3 sore sudah terbayang2 ingin buka pakai ini itu, begitu waktunya berbuka baru minum dan nyemil sedikit saja sudah kenyang. Kalaupun kalap tetap dimakan/minum banyak, yang ada perutnya jadi gak enak.

Ingat2 kapan jadwal kasih takjil ke masjid dekat rumah. Kalau dulu saya suka bingung jauh2 hari mau kasih hidangan apa, sekarang saya bikin simple saja. Saya bener2 gak pikirin itu hingga hari -H pagi. Bisa makanan berat. Tapi kalau makanan berat kan mesti pesan dulu jauh2 hari. Ingatkan orangnya menjelang hari -H. Terus ambil pesanan. Kalau saya cenderung kasih makanan ringan. Yang penting kan ada asin ada manis. Tiga jenis rasanya sudah cukup. Misal, kemarin saya siapkan tahu isi (yang sekalian buat lauk di rumah), terus saya dadakan saja ke toko roti paginya. Pilih saja 2 jenis yang manis2 sesuai jumlah, yang gak gampang basi sampai malam. Tambahkan minuman kemasan. Beres deh.

2. Urusan belanja bulanan

Hasil bertanya dengan pegawai di supermarket, saat2 puncak pengunjung supermarket paling ramai adalah setelah buka dan selesai sholat tarawih. Makin mendekati akhir Ramadhan, puncak pengunjung paling ramai adalaaah… setiap saat, alias jam berapapun ya ramai terus 😀

Untuk menghemat waktu, pikiran dan tenaga, maka yang saya lakukan adalah, belanja bulanan sekitar 1-2 bulan sebelum Ramadhan untuk kebutuhan 3 bulan! Hehe lumayan banyak juga, tapi saya lebih suka begitu. Saya sediakan 1 hari di weekend untuk belanja2 itu. Dari susu bayi, minyak goreng, gula, sabun, pasta gigi, deterjen pakaian, sabun cuci piring dan botol susu, dkk.. sampai beras, dan kue2 kesukaan anak2.

Oh ya waktu belanja yang saya suka adalah sekitar jam 2-3 siang di hari minggu. Karena menurut saya saat2 itu adalah saat di mana volume kendaraan di jalan tidak terlalu banyak, dan supermarket juga tidak terlalu padat.

3. Urusan hadiah untuk ortu, mertua, pasangan, anak, ponakan, art, dll

Mari kita manfaatkan teknologi belanja era masa kini dengan online shopping! :)) BIsa dikerjakan di mana saja dan kapan saja, misal sambil duduk di mobil/kereta dalam perjalanan ke lapangan, sambil nunggu di dokter/apotek, atau sambil ninaboboin bocah2.. Kebetulan Ramadhan tahun ini di Tokopedia free ongkir hingga 30rb per transaksi perhari untuk minimal sekali transaksi 200rb. Pinter2nya atur transaksi dan kiriman. Bisa dibilang sukses lah, pakaian2 yang saya beli pas semua dipakai sama yang saya beri. Dan mereka suka :)) walau ada beberapa barang yang tidak sesuai harapan kualitasnya, kebetulan barang untuk diri saya sendiri :((

Akibat buruknya: jempol dan telapak tangan jadi pegel gara2 kebanyakan pegang hp.

4. Urusan bingkisan sedekah

Ramadhan momen yang tepat untuk kasih2 ke yang sudah banyak bantu kita selama ini, dan memerlukan, sebagai tanda perhatian dan persaudaraan sesama muslim/ah. Seperti ART, yang antar jemput sekolah anak, satpam, tukang sampah, tetangga yang kekurangan, dll. Kebetulan saya punya teman yang punya toko jual macam2. Jadi saya pesan misal per-bingkisan isinya sembako A, B, C, D, E, dll.. sekian bingkisan. Gak usah repot2 belanja dan masuk2in masing2 item ke kantong plastik, saya tinggal ambil ke rumahnya sekalian silaturahmi sama suami dan anak2.

5. Urusan mudik

Urusan mudik memang pelik. Mau mudik tapi melelahkan dengan kemacetan dan repot bawa bocah2, tapi mau gak mudik ko ya masa lebaran gak mudik sih.. kan sudah tradisi. Untungnya ortu saya tingal sekota dengan saya jadi urusannya tinggal mudik ke mertua. Saya lebih pilih naik kereta daripada mobil. Alasannya, karena kalau naik mobil capek bangetlah saya pegang anak cowok 1 tahun, aktif banget, apalagi kalau pakai macet. Kalau naik kereta kan bisa gantian sama bapaknya.

Hanya saja kalau mau naik kereta eksekutif ya jauh2 hari pesennya kalau gak mau dapat harga yang mahal. Naik ekonomi lebih terjangkau, lumayan juga sekarang pakai AC, dan semua dapat tempat duduk, cuma ya kurang nyaman saja kalau bawa anak kecil dan perjalanan jauh.

Bawaannya itu lhooo, kemarin kami berempat berangkat bawa 6 tas, pulang jadi 7. Belum termasuk tas tentengan pribadi kami masing2. Padahal gak bawa oleh2 lho. Baru saya beli pas di kota tujuan :)) Mau bawa koper besar ntar bingung taruhnya di kereta. Jadilah tasnya kecil2 dan banyak. Lagian bawa anak2 kecil ya ribet gitu memang mesti dipisah2, ada tas susu dan cemilan, ada tas baju ganti kalau basah/kotor, pampers, kan mesti gampang diambil, rempong abis. Dan parahnyaaa, saya baru tau kalau: (1) lewat tengah malam di kota kecil itu gak ada kuli angkut yang nongkrong; (2)pas hari lebaran, porter alias kuli angkut itu pada libur semuaa :(( Alhasil mas Yudha lah yang bawa itu semua. Kan saya gendong Thoriq 😀

Alhamdulillah kemarin berhasil nego sama mas Yudha supaya next time pulang kampung pas di suatu weekend biasa saja, nambah ambil cuti tahunan, gak usah pas momen lebaran. Saya stres liat keramaian. Ajaibnya, tanpa perlu bilang, mama mertua sudah ngomong gitu duluan ke saya.. Gak apa2 toh yang penting tetap silaturahmi dan nengok orang tua.. Daripada capek di jalan dan kebanyakan acara ke sana kemari.. libur 9 hari jadi tidak terasa.. yang ada berasa masih ingin libur seminggu lagi untuk pemulihan dari capek2.. Bagaimanapun untuk mudik tahun ini saya sangat bersyukur, gak ada apa2nya kesusahannya dibanding yang terjebat macet di BrExit. Semoga Dengan adanya kejadian itu transportasi umum yang nyaman dan terjangkau seperti kereta api bisa lebih maju lagi.

Advertisements

3 thoughts on “#Latepost: Tips menghindari hal-hal yang sering mengganggu ibadah Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s