Uncategorized

Dunia yang sibuk

Beberapa tahun terakhir ini, terutama sejak era internet, gadget dan media sosial semakin populer, hidup terasa sangat sibuk. Entahlah bagi orang lain. Bagi saya, 24 jam sehari terasa berlalu sangat cepat.

Kalau 10 tahun lalu bangun jam 4.30 subuh itu saya masih bisa santai melakukan sholat subuh, baca al Qur’an 2 halaman, mandi dan menyiapkan sarapan, sekarang, begitu banyak yang harus dilakukan. Well, ya, tidak bisa dipungkiri, bahwa hidup berkeluarga dengan 2 anak kecil itu sungguh menyibukkan. Bahkan harus curi2 waktu untuk sekedar selonjoran sambil membaca buku favorit.

Hari libur sabtu dan minggu pun terasa cepat. Herannya, walau kalau dihitung2, di hari libur saya bisa tidur malam dengan durasi 8 jam, tetap saja badan terasa lelah ketika bangun. Apakah ini sebab tubuh mengalami penuaan? Ataukah sebenarnya bukan hanya fisik yang lelah tapi psikis juga?

Sadarkah, di sisi lain, dengan adanya media komunikasi yang memungkinkan kita terhubung dengan siapa saja dan kapan saja ini membuat hidup terasa melelahkan? Bagaimana gak lelah, kalau atasan bisa bebas memerintah dan bertanya tentang pekerjaan kapan dan di mana saja. Di larut malam yang hening, di minggu pagi yang cerah.. bahkan teman saya, masih dikontak saat sedang mau take off hendak berangkat haji.

Inginnya membatasi penggunaan hp. Apa daya sekarang segala kegiatan dibuat grup. Ada grup kantor lah, grup khusus kegiatan A, B ,C, … Z.. belum lagi grup teman2 se almamater, grup keluarga, grup arisan, grup RT, grup ibu2 wali murid… dan kalau ketinggalan ngikuti jadi gak update.. hehe padahal kadang ya gak penting2 juga.. atau penting tapi sebenarnya bisa jadi gak penting.. bingung tak?

Tanpa sadar saya jadi addicted sama media komunikasi tersebut. Dalam arti walau ingin jauh2 darinya terutama kalau sudah di rumah dan di hari libur, tetap saja ya, suka gatel ini jari untuk buka2 pesan2 yang bejibun.. ada berita dan info apa. Mau cuek, tapi kalau penting bagaimana. Padahal ya kita mestinya tegas sama diri sendiri ya. Suara notifikasi pesan masuk sudah saya matikan, tapi kok ya masih gatel saja ingin buka2 hp untuk cek2.. padahal gak penting juga..

Dunia pekerjaan diduga merupakan sumbangsih utama terhadap kelelahan menjalani hari2. Sepertinya ko ya adaaa saja yang harus dilakukan… Sampai rumah pun ngeluh2 sama mas Yudha bahas pekerjaan dengan berbagai polemiknya, sistemnya, orang2nya… Kalau begini kasihan anak2.. yang kalau saya pulang cuma mendapat sisa2 tenaga saya untuk bermain dan mengobrol dengan mereka. Aah.. padahal kalau kita lagi sakit dan minta ijin kantor paling mereka cuma ucapkan semoga lekas sembuh lewat text message… atau paling banter tengok sekali kalau agak parah hingga berhari2 gak masuk..

Jadi ini saya lagi mau coba, cek hp hanya 1 jam 1x in office hours.. Angkat hanya kalau bunyi dering telefon. Karena hari ginii, hanya kalau benar2 penting butuh respon cepat baru orang menelefon.. sisanya biasanya via text.. kalau gak menelefon, berarti gak begitu perlu respon cepat.. ya kan? ya kaan.. ?? Naahh begitu sampai rumah ketemu anak2, masukkan hp ke dalam laci. Hanya terdengar kalau bunyi dering telefon…

Semoga saya berhasil.. ini sendi antara jempol dan telunjuk juga sudah pegel linu kebanyakan pegang hp…

Prioritaskan yang utama dan utamakan yang prioritas.. hidup life balance! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s