Erin · Saskia

Civil engineering for kids (persiapan Kelas Inspirasi Semarang #3)

Tahun ini saya kembali bergabung ikut Kelas Inspirasi Semarang #3. Daaaan… berhasil ajak mas Yudha untuk ikutan juga :))

Teman2 kelompoknya kali ini super heboh. Dan kompak! Kalau saya masih muda dan single mah mungkin saya gabung ikut acara seseruan mereka on weekends.. meet up, jalan2 ke sana ke mari, bermalam di padepokan, dan ramai2 mempersiapkan segala sesuatunya pada malam sebelumnya. Apa daya yah, anak 2 yang lagi perlu2nya perhatian, kalau saya ikutan mah ya yang di rumah pada proteess.. termasuk bapaknyaa.. Bisa datang saat briefing dan di hari-H, sudah alhamdulillah, itu saja target saya.

Persiapan kali ini lebih santai, karena sudah pernah kan. Tapi, mengingat dulu metode mengajar saya yang kurang efektif, karena saya kebanyakan bercerita dengan menunjukkan gambar2.. untuk anak2 mungkin membosankan.. kali ini saya mau coba ubah cara mengajarnya. Browsing2 di internet. Iiiihhh seru2 dehh..

Coba deh buka… http://www.sciencekids.co.nz/, http://www.instructables.com/, http://thehomeschoolscientist.com/, http://fun-a-day.com/14-fun-engineering-activities-for-kids/, https://engineeringforkids.com/…. saya sendiri lupa, akhirnya dapat ide dari web yang mana..

Sebagai uji coba, karena saya punya anak SD juga.. saya tunjukkan dulu dong ke Saskia.. Ceritanya main jadi insinyur2an, insinyur sipil tepatnya, untuk belajar mengetahui caranya berpikir dan bekerja… ihiiiyyy … berat amat yah..

Bahan2nya sederhana:

  • kertas A4 warna warni (ini mah supaya tampak menarik saja),
  • gunting,
  • selotip bening,
  • papan jalan (ini bahasa bakunya apa ya..? tapi tau kan yang bentuknya persegi panjang, kaku, ada penjepitnya, biasanya buat alas kalau ujian),
  • majalah tebal dengan kertas yang lentur,
  • map plastik tipis lentur
  • map kertas agak tebal dan agak kaku tapi ringan
  • mobil2an

Jadi kertas digulung2 dengan ukuran yang sama terus diselotip, sebagai tiang/kolom. Lalu disusun2 deh  jadi menara/gedung/flyover.

Dicoba2, dirikan tiang2 itu, taruh kertas/map plastik yang lentur di atasnya sebagai pelat lantai. Bisa berdiri. Tapi melengkung. Bilang aja pura2nya itu jalan layang. Dijalanin mobil2an di atasnya, ambruk deh.. Berarti pelat lantainya kurang kuaat..

Coba lagi dengan majalah yang lebih tebal dan berat, tapi lentur. Ambruk. Anak2 diajak berpikir apa yang salah. Bagaimana supaya bisa tegak berdiri. Coba tambahkan kolom. Bisa. Tapi gak stabil, soalnya pelat lantainya terlalu berat..

Coba lagi dengan kertas map agak tebal yang lebih kaku tapi tipis dan ringan. Bisa berdiri. Tapi apakah cukup kuaat..? Hembuskan angin, dengan cara dikipas2 pakai papan jalan. Kemungkinan bakal lepas deh tu pelat lantai. Kalau belum, tambahkan gempa dengan cara diguncang2 lantai/mejanya. Kemungkinan runtuh kan.. atau jalankan mobil di atasnya.. Bagaimana hasilnya?

Atau kasih beban yang berat, bahasakan ke yang mudah dimengerti anak… analogikan dengan misalnya itu rumah, anaknya ada 10, tambahi beban2 pakai benda yang ada di sekitar.. atau ada orang yang genduut banget pengen masuk ke gedung itu terus loncat2an.. Saskia ketawa2 deh…

Naah, sekarang berpikir lagi, bagaimana supaya bangunan kuat dan kokoh? Apa yang harus dilakukan..?

Coba ganti pelat lantai dengan papan jalan yang kaku kan kokoh… Lihat hasilnya jika dihembuskan angin, guncang dengan gempa dan jika ada mobil2an yang lewat di atasnya. Apa kah cukup kuat?… coba juga jika ditambah kolomnya.. dan dipindah2 letak2/posisi kolom2nya..

membangun gedung
proses membangun gedung
membangun gedung
sudah jadiii

Coba2 pakai material lain dan dalam bentuk yang lain.

ceritanya coba bikin jalan
ceritanya coba bikin jalan

Lalu tanya si bocah.. kesimpulannya apa, supaya bangunan itu bisa stabil kuat kokoh berdiri, tahan terhadap beban berjalan, hembusan angin dan gempa. Apa yang mempegaruhi kekuatan..? Biarkan si bocah berpikir.. jika perlu bantu untuk meluruskan jawaban, dengan logika sederhana. Misal: oooh yang mempengaruhi kestabilan dan kekuatan bangunan itu jenis bahan, kekakuannya, beratnya.. terus tiang harus kuat menahan beban di atasnya… pentingnya jumlah dan posisi tiang yang tepat supaya proporsional seimbang menahan beban… juga pentingnya jenis bahan untuk tiangnya..

Terlalu beratkah untuk ukuran anak SD..??

Hasil uji coba saya ke Saskia, she had fun with these games.. malah pas saya suruh udahan dianya gak mau, malah penasaran coba2 terus dengan jumlah tiang yang beda, jenis pelat lantai yang beda, bentuk bangunan yang berbeda… salah satunya seperti di gambar, bikin gedung tingkat 5 (ceritanyaaa) ..seharian lho coba2 itu! Bahkan sampai besoknya lagi..

Kaann…? Engineering gak melulu serius dan susah.. tergantung cara penyampaiannya.. Untuk anak2 saya rasa dengan praktek itu lebih bisa dimengerti… I guess..

Kalau kata pepatah China bilang:

Tell me, I’ll forget
Show me, I’ll remember
Involve me, I’ll understand

Habis itu dia bolak balik bilang… Mamaa.. aku kalau sudah besar mau jadi insinyur aja ah… gak jadi jadi guru atau dokter..

Hihihi

Advertisements

2 thoughts on “Civil engineering for kids (persiapan Kelas Inspirasi Semarang #3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s