Erin

Kelas Inspirasi Semarang #3

Hari yang dinanti2 tiba.. alhamdulillah tidak ada hal2 penting untuk urusan kantor di hari itu.. saya ijin secara general saja ke atasan.. general maksudnya saya cuma bilang kalau saya ijin karena ada acara sekolah.. dan mungkin datang ke kantor setelah jam makan siang… saya gak bohong kan.. saya bilang ada acara sekolah.. kelas inspirasi itu kan acara sekolah.. kalau si atasan mengiranya acara di sekolah anak saya, bukan salah saya kan.. 😛 yang kedua, saya bilang mungkin siang datang ke kantor.. catat yaaa… m-u-n-g-k-i-n.. so it may be yes, may be no.. acaranya di sekolah memang cuma sampai siang.. tapi biasanya dilanjut dengan kumpul bareng teman2 relawan… jadi kalau saya gak datang ke kantor kan gak apa2 yaa.. kan saya bilangnya mungkin 😛

Alhamdulillah atasan saya yang baik hati dan pengertian (kalau untuk urusan anak dan keluarga) serta tidak kepo-an itu langsung mengizinkan.. bukannya saya gak mau terus terang, tapi daripada ditanya2 dan panjang urusannya serta saya susah nebak beliau orangnya bagaimana.. jadi daripada dia berubah pikiran kalau tau saya ikutan acara begini jadi gak boleh kan, saya jadi repot.. jadi saya cari amannya saja..

Lanjuuut…

Kakak2 tim relawan yang kebagian mengajar di MI Miftahul Ulum 01 ini memang luarrr biasa.. Dari sekian banyak hanya 1 yang akhirnya tidak bisa mengajar karena sakit. Yang lainnya hadiiirrr… padahal banyak juga yang datang dari luar kota.. duh saluuutt dehh..

karya kak Wijaya
desain untuk mug–karya kak Wijaya

Kali ini saya kebagian mengajar 4 kelas.. yaitu kelas 1, 2, 4 dan 5. Ampuun.. mendengar kebagian mengajar anak kelas 1-2 (di jam2 awal dan berturut2 pula!) saya trauma kejadiannya seperti dulu.. and.. even worse.. kalau anak2 kelas 2 di SD Sadeng 01 (yang saya ikut tahun lalu) paling tidak 5-10 menit masih mau duduk manis mendengarkan.. di sini mah mungkin cuma 1-2 menit… sisanya chaosss.. :((

Tapi saya tetap berusaha menjadi ibu guru yang sabar dan baik.. saya pikir daripada kegiatan mengajar saya terdistraksi dengan kekacauan anak2, lebih baik saya tetap fokus mengajar dan menerangkan kepada yang mau mendengarkan saya.. yang mungkin sekitar gak sampai setengahnya :(( di sela2 itu ada saja anak yang menangis, berantem, gaduh, membuat kekacauan dengan diam2 mengambil perlengkapan mengajar saya.. terus ada yang mengganggu anak2 lainnya yang sedang serius mendengarkan saya.. ada juga yang berkeliaran keluar kelas..

jadi ibu guru sehari
jadi ibu guru sehari – (dok. Nita Indriyani)

Baru sebentar suara saya langsung serak..

Begitu jam istirahat, saya agak lega.. ah habis ini saya mengajar anak kelas 5 dan 4. Pengalaman saya sebelumnya, kelas 3 ke atas cenderung tenang dan damai.. anak2nya sudah bisa duduk rapih dan manis2.. Maka saya mulai kembali bersemangat..

Tak disangka tak dinyana..

Anak2 kelas 5 lebih parah!!!

Anak2nya lebih besar, lebih keras suaranya, lebih gaduh, susah banget diatur.. terutama laki2nya… nakal2nya ya ampuuunn… akhirnya saya pegang deh 2 anak biangnya.. saya rangkul.. saya kasih mereka kegiatan, saya suruh mereka bangun ‘konstruksi’ dari kertas2, buku, dan papan… hasilnyaaaa…

biang keributan anak kelas 5
biang keributan anak kelas 5

Ya, ternyata itu kuncinya. Kalau ada anak nakal di kelas, kasih dia tugas dan tanggung jawab.. karena kalau dicuekin dan disuruh keluar juga dia bakal gangguin anak2 yang lain.. alhamdulillah setelah biang keributan ‘diamankan’, kelas sedikit tenang..

Setelahnya, saya merasa lebih siap lagi menghadapi anak2 kelas berikutnya.. mau sebandel apa kalian.. I have no option unless to face you all.. one more class..come on.. it’s only few hours on this day.. the real teachers have to face them 6 days in a week.. from 7am until 1pm.

Tak disangka tak dinyana..

Ajaib! Anak kelas 4 ini super manis! Tenang. Hening. Duduk rapih di tempatnya masing2. Semuanya pada mau dengerin saya bicara.. Kalau ditanya pun ada saja yang merespon.. Jadi kelas cukup aktif dan terkendali.. duh, saya sampai terharuuu.. Saya doakan kalian seangkatan jadi orang sukses semua.. Pun ketika saya bagi2 menjadi kelompok2 untuk mengerjakan permainan insinyur2an.. mereka kooperatif lhoh.. walau ramai tapi tetap terkendali.. Syukurlah, acara mengajar siang itu diakhiri dengan indah.. 🙂

Bagaimana konsep mengajar saya seperti di artikel sebelumnya.

Saya senang mereka mau mengerjakan tugas yang saya berikan, dengan cukup excited. Mereka cukup mau bekerja sama dengan kawan2nya.. yah ada juga sih yang  mengacau.. pada dasarnya mereka ingin dapat peran aktif.. bantu2in selotipin kertas2 lah, ikut menyusun tiang2.. meletakkan papan.. dsb. Waktu dibagi kelompok2 juga pada saing2an tinggi2an bikin menara.

Kekurangannya.. ternyata games ini cukup merepotkan bagi saya. Waktunya terbatas sih.. dan anak2 gak sabaran ingin cepat2 dapat bahan untuk bangun konstruksi.. setelahnya pun berantakan itu bahan2.. bikin sampah lumayan banyak yang harus segera saya bereskan.

Dari pengalaman itu, saya bisa tarik kesimpulan, kalau…

Beda lokasi , beda angkatan, bisa jadi beda karakter anak-anaknya secara umum. Barangkali ada hubungannya latar belakang keluarga para siswa/i-nya. Di SD Sadeng 01 di mana saya ikutan Kelas Inspirasi tahun lalu, anak kelas 3 ke atas sudah bisa terkendali, bahkan murid kelas 6-nya pun terlihat lebih dewasa, mau duduk manis mendengarkan. Di SD ini, anak kelas 5 pun susah diatur. Herannya anak kelas 4-nya lebih tertib dan rapi.

Memberi permainan yang melibatkan anak2 ikut aktif dalam kegiatan belajar mengajar, lebih efektif daripada hanya berbicara sambil memperlihatkan gambar2. Anak2 pun terlihat lebih senang dan antusias.

Anak2 sekarang juga lebih berani-berani. Kalau saya dulu jaman SD kan hormat dan segan sama guru yaa.. apalagi kalau aga guru tamu.. ini mah duh ampuunn.. Malah cerita mas Yudha, ketika dia lagi gambar di papan tulis ada yang nyeletuk.. ‘yaak teruus.. ayoo.. gambar yang bagus paak..’… terus pas ditanya selesai dia ngajar, siapa yang mau jadi insinyuuur…?? eh ada juga yang nyeletuk.. ‘ah enggak ah kalau saya sih gak mau jadi insinyur..’ kurang ajar gak siiih… tapi jadi pengen ketawaaa..

Advertisements

2 thoughts on “Kelas Inspirasi Semarang #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s