Erin

Menulis paper untuk Seminar INACID

Tulisan ini jmestinya ditulis di bulan Maret tahun ini.

Sejak akhir tahun lalu, saya lagi punya target menulis paper untuk event tersebut di judul. Di tengah kegiatan rutin pekerjaan, seru juga ya kalau ada sesuatu yang baru yang menjadi target untuk dikerjakan. Ini bisa dibilang pertama kalinya saya menulis untuk diikutkan ke seminar nasional. Sebetulnya di pekerjaan saya tidak ada kewajiban untuk menulis paper atau ikut seminar. Tidak seperti dosen atau researcher di mana menulis karya ilmiah dan aktif mengikuti event semacam seminar dan kongres seperti ini sangat diperlukan untuk menunjukkan keeksisan dan produktivitas mereka. Namun bagi saya, ini bisa menjadi poin lebih, karena yang saya tulis ini erat hubungannya dengan pekerjaan saya.. ya memang benar2 kegiatan tersebut dilaksanakan oleh instansi di mana saya bekerja.. Anggap saja dengan menulis ini kami sedang mempublikasikan pekerjaan kami..

Oh ya, saat ini saya bekerja di bidang irigasi. Bidang yang saya gak suka sejak jaman kuliah teknik sipil belasan tahun yang lalu. Bahkan ketika masuk instansi di mana sekarang saya bekerja, dan ditempatkan di bidang sumber daya air, saya berharap2 cemas semoga gak di irigasi. Sebelas tahun yang lalu saya masih bisa lolos. Tapi, di sinilah sekarang saya berada.. hehe

(Kata orang bilang.. makanya jangan terlalu berlebihan gak suka sama sesuatu yaa.. jadi dideketin deh sama sesuatu itu.. haha)

Tentang INACID.. INACID itu singkatan dari Indonesian National Committee on Irrigation and Drainage. Semacam organisasinya irigasi untuk level nasional. Kalau organisasi internasionalnya namanya ICID. Nah INACID ini mengadakan seminar di bulan Maret. Jadi, sejak Desember tahun lalu saya sudah punya rencana untuk mengirim tulisan yang diawali dengan menulis abstrak.

Ajakan menulis bareng ini datang dari atasan langsung saya. Beliau yang sebentar lagi mau sidang promosi S3, kebetulan senang dengan dunia akademisi dan tulis menulis. Gak heran, dulunya dia pernah jadi dosen lalu pindah setir ke instansi ini. Istrinya juga dosen. Gak tanggung2, dia mengajak nulis 2 paper.. Supaya kalau diterima dan harus presentasi, satu dia yang bawakan, satunya saya..

Waah.. saya langsung acungkan bendera putih. Saya bilang, cuma ada waktu kurang dari 1 bulan sejak pengumuman abstrak diterima hingga deadline pengiriman full paper. Full paper memang hanya sekitar 10 halaman saja. Tapi untuk menulis kan bukan cuma ngetik. Menulis itu termasuk di dalamnya mengumpulkan bahan materi dan data.. banyak baca.. pahami.. berpikir.. diskusi.. menganalisa.. Saya gak sanggup bapaak.. Nyeraah.. Bisa menyelesaikan satu saja alhamdulillah bangeett.. mengerjakannya di tengah2 kesibukan bekerja, urusan anak2 dan rumah tangga..

Untuk menulis karya ilmiah bagi saya tidak mudah. Mungkin karena belum terbiasa juga. Perlu waktu untuk konsentrasi dan fokus ‘masuk’ ke dalamnya. Memang yang sulit itu di awal. Memikirkan mau dibawa ke mana arah tulisan. Tapi sebenarnya kalau sudah ‘tune in’ bisa betah saya berjam2 memikirkannya. Naaah.. yang susah itu nyari waktu ber-jam2nya.. Katakanlah saya berusaha sempat2in menulis di tengah kesibukan kerja kalau pas lagi di kantor, tapi baru 10-15 menit, ada gangguan.. begitu berulang2.. kapan bisa tune in.. Belum lagi kalau ada tugas ke luar kota atau harus ke lapangan seharian. Saya perlu waktu tenang berjam2 tanpa ada interupsi… Sementara kalau di rumah, maksud hati saya bakal nulis kalau anak2 sudah tidur… dalam keheningan malam.. tapi yang ada seringnya saya ikut ketiduran bersama anak2.. hehehe.

Alhasil, diputuskan, nulis satu saja ya.

Tiba2..

Atasan bidang lain mengajak nulis juga.. waduh.. Saya mau realistis. Daripada diharap2 bisa bantuin banyak tapi ternyata kemudian ga bisa memenuhi.. Atasan langsung saya saja mengajak nulis 2 saya tolak.. Eh, beliaunya tetep minta tolong bantuin sambil gotong laptop ke ruangan saya. Saya bantuin juga akhirnya.. tapi saya wanti2 dari awal kalau saya paling cuma bisa bantu kontribusi sedikiiiit… sekedar jadi partner diskusi memikirkan mau difokuskan ke mana topik papernya.. bantuin menyusun format dan alur penulisan.. juga menyusun dan mengedit kalimat2nya..  Kalau detail teknis isinya mangga pak.. Saya gak sanggup memahami lebih dalam, dalam waktu yang singkat.. Mengirim abstrak di hari deadline. Begitu pula pengiriman full paper pun dilakukan di hari deadline. Tadinya saya pesimis, kurang 2-3 hari dari deadline tulisannya masih amburadul.. Saya surprised si Bapak bisa menyelesaikannya last few minutes.. finally.. hahaha..

Singkat cerita, akhirnya jadilah kami bertiga ikut seminar INACID di Jambi. Dan saya jadi punya 2 produk tulisan.. gaya banget ya.. pertama kalinya ikutan langsung 2 tulisan.. dan gak nyangka saya bisa nulis di bidang yang saya gak suka.. hihihi.

Malam pembukaannya cukup meriah, ada tari2annya.. dihadiri pak Menteri dan Gubernur Jambi Zumi Zola.. Bisa ditebak laris manis lah Zumi Zola diminta foto sana sini terutama sama ibu2nya.. hahaha.. Saya mah enggalah.. ngapaiinn..

Di acara pembukaan seminar

Beritanya resminya bisa dilihat di sini.

Keesokan harinya baru acara paparan paper. Tadinya kedua bos2 itu mempersilakan saya saja paparan. Tapi eh tapi, di ruangan paparan tersebut, kok ada bekas bos saya dulu di barisan audiens, yang benci nian bukan kepalang beliaunya sama saya.. hehehe.. jadi daripada saya dibantai mending yang tampil bos2 saya saja.. Lagian mana sopan yaa, masa ada atasan2 saya hadir malah saya yang tampil..

Tulisan pertama saya

Saat ini memang sedang dilaksanakan rehabilitasi besar2an di daerah irigasi (DI) sistem Waduk Kedung Ombo, meliputi DI Sidorejo, DI Sedadi dan DI Klambu. Struktur salurannya saat ini mengalami kerusakan yang parah. Di lokasi2 tertentu bahkan sangat parah hingga ada balok2 yang patah, dinding2 beton saluran longsor, ambrol, berantakan lah.. Ini diakibatkan jenis tanahnya yang ekspansif, di mana sifat kembang susutnya tinggi. Mengembang ketika jenuh air dan menyusut ketika kadar air menurun. Akibatnya kapasitas saluran untuk mengalirkan air menjadi berkurang. Yang di hilir terutama jadi gak bisa kebagian air. Maka di review lah desain di saluran2 irigasi ini menjadi seperti yang sekarang sedang kami kerjakan. Intinya supaya konstruksi tersebut bisa menahan gaya2 yang ditimbulkan sama si tanah ekspansif itu. Jadi sekarang konstruksinya selain antar beton tile-nya diikat dengan dowel, diperkokoh juga dengan balok2 frame beton bertulang juga diikat dengan minipile, hingga menjadi satu kesatuan.. Untuk beberapa lokasi yang parah bahkan ada juga dipancang dengan steel sheet pile (SSP).

Sok tau banget ya.. Padahal yang menghitung dan mendesain dengan detail konsultannya.. hehehe.. Saya memonitor saja.. Eh tapi saya sebutin lho itu di referensi, walau mestinya kan bisa saja hanya menyebutkan instansi kami, karena konsultan itu kerja untuk instansi kami, pakai anggaran negara. Jadi produknya dia, kalau kami bilang keluar ya bilangnya itu produk instansi kami. Iya gak sih..

Tulisan kedua.. pakai bahasa Inggris.. gaya euy..

Yang ini saya gak terlalu bisa cerita banyak. Saya gak terlibat langsung di kegiatan ini. Bahkan sistem irigasi Jatiluhur ini bukan wewenangnya balai kami, tapi balai Citarum yang kantornya di Bandung. Cuma mungkin si Bapak yang sebelumnya tugas disana, mengajak saya nulis karena duluu, 8 tahun yang lalu, saya juga pernah ditugaskan di sana, walau bukan di bidang irigasinya.

Jadi isu terkini soal irigasi yaitu modernisasi. Tujuannya tentu untuk memperolah tata cara penyelenggaraan irigasi yang lebih baik. Ada 5 pilar modernisasi irigasi: (1) Penyediaan air irigasi; (2) Perbaikan sarana & prasarana irigasi; (3) Sistem pengelolaan irigasi; (4) Penguatan institusi pengelola irigasi; dan (5) Pemberdayaan SDM pengelola irigasi. Yang kami bahas di sini lebih ke pilar nomor 2: perbaikan infrastrukturnya. Terutamanya yang menjadi fokus di tulisan ini yaitu masalah bottleneck di  East Tarum Canal, emergency spillway di Barugbug, dan Salamdarma sediment basin.

Para presenter

Ternyata yaaa.. kalau niat bisa juga produktif yaa.. Memang orang itu bisa menampilkan potensinya kalau ada motivasi yang kuat.. dan underpressure, alias kepepet.. hahaha..

Alhamdulillaah..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s