Cerita kita

Pengalaman umroh (1): Persiapan

Alhamdulillah terlaksana juga niat berumroh di bulan Mei 2017. Ini yang pertama kali bagi saya.. dan yang ke-2 bagi mas Yudha. Idealnya memang yang wajib dulu ya, naik haji. Tapi, berhubung setelah mendaftar di 2014 dan kabarnya dijadwalkan berangkat insya Allah di 2029.. (masih lama bangeeett).. dan alhamdulilah rezekinya ada buat umrah berdua, kenapa gak umrah dulu saja.. iri banget kalau dengar cerita dari mereka2 yang sudah berangkat ke sana.. bertanya2.. kapan ya saya bisa sampai ke sana..??

Bismillah dengan niat untuk beribadah, sejak akhir tahun lalu kami merencanakan untuk umrah di bulan Maret atau April. Dengan alasan kemungkinan di bulan2 tersebut kerjaan mas Yudha dan saya tidak terlalu sibuk, jadi bisa lah dan insya Allah diijinkan kantor. Saya sudah bilang atasan dan positif diijinkan. Alhamdulillah soal beginian mah atasan saya permisif banget lah. Apalagi ternyata beliaunya juga mau umroh di bulan April. Beliau hanya bilang, asal waktunya jangan bersamaan, masa dia umroh saya umroh juga.. gimana urusan kerjaan.. Siap pak.

Yang bikin deg2an, berhubung mas Yudha baru saja pindah punya tanggung jawab baru, masih adaptasi pula, tidak diberi ijin atasan untuk umrah di bulan tersebut. Namun akhirnya boleh kalau di bulan Mei. Alhamdulillah bangeett.. walau atasan langsung dan atasannya atasnya lagi beragama Nasrani dan Hindu, mereka memberikan ijin, yang konon biasanya di tempat lain saja yang atasannya muslim suka susah kasih ijinnya.. apalagi di bulan2 menjelang puasa dan lebaran.. Ini mungkin ya hikmahnya mas Yudha pindah di Bali.. Karena mayoritas penduduk Bali tidak merayakan lebaran jg mungkin.. kemajuan pekerjaan jalan gak terlalu dikejar2 untuk segera siap dalam rangka menghadapi mudik. Coba kalau di Jawa, apalagi pantura, jangankan ijin umroh 2 minggu, yang ada mungkin gak boleh cuti barang sehari pun sampai h-1 lebaran..

Pilih2 agen travel umroh

Langkah awal persiapan umroh yaitu pilih2 agen. Urusan saya itu. Dari mulai nanya2 teman yang pengalaman sampai browsing jalan2 ke blog2 orang. Makin banyak referensi makin bingung malahaann.. Saya juga datangi biro2 umroh yang cukup punya nama di Semarang.. Kadang dengan mas Yudha.. kadang dengan sahabat kantor di jam istirahat kerja.

Sahabat saya itu juga kebetulan mau umroh di Februari.. senangnya jadi ada teman diskusi soal umroh. Kami sama2 excited gak sabar ingin segera berangkat. Oh ya sahabat saya itu pakai biro jasa Alisan. Sedangkan atasan saya pakai biro jasa NRA. Orang tua saya dulu pakainya Fatimah Zahra. Rekomendasi dari teman kantornya mas Yudha dia pakai Alhijaz. Sedangkan saya sendiri jadinya memutuskan pakai biro jasa Haramain..

Kenapa saya akhirnya pilih Haramain? Pertama, rekomendasi dari teman2 pengajiannya sahabat saya. Kedua, umrohnya sesuai sunnah. Ketiga, biayanya terjangkau dan wajar. Keempat, jadwalnya cocok dengan jadwal kami boleh diberi ijin cuti. Kelima, feeling saya dan mas Yudha sreg saja.

Sempat deg2an juga dengar cerita dan berita2 tentang agen travel yang tidak bertanggung jawab. Tetap ya waspada dan hati-hati. Kalau saya mengenali biro tersebut profesional di antaranya bisa dilihat dari websitenya, yang selalu update. Pelayanannya juga baik, kalau kita kontak untuk tanya2 responnya cepat. Cek juga apakah biro tersebut terdaftar resmi di Kemenag. Kalau memungkinkan browsing pengalaman yang pernah menggunakan jasanya. Walau belum tentu juga ya, First Travel (FT) yang nampak profesional dan recommended ternyata meninggalkan kisah gak bagus. Dari situ makanya sebagai konsumen juga harus realistis.

Kalau saya sempatkan browsing kewajaran harga dengan biro travel lainnya. Saya cari tau juga harga tiket maskapai dan rate hotel2 yang dijanjikan. Ditambah biaya makan pagi siang malam, transportasi, dan pelayanan lainnya.. wajar gak harganya segitu..

Memang FT agak aneh. Pertama, murah banget, tapi dapat fasilitas bintang 5. Terus, masa bayar lunas dulu terus berangkatnya bisa 1-2 tahun kemudian, biro travelnya yang tentukan.. Mestinya kan mereka tentukan jadwal, kita yang pilih mau ikut yang mana.. Karena kita juga sesuaikan dengan jadwal kerja atau sekolah kita.. Baca blog pengalaman suksesnya orang2 pakai FT saja saya sudah menangkap ada yang gak wajar.. Pasti uangnya dihimpun untuk diputar usaha lainnya.. atau kalaupun ditaruh di bank saja, kalau belasan juta dikali sekian jamaah, bunganya sudah berlipat berapa itu..

Yang bikin ragu untuk pilih Haramain waktu itu karena kantornya jauuuhh.. ada di Bogor, jadi kami tidak pernah datang ke sana. Modal bismillah dan percaya saja. Apa2 via whatsap dan telefon. Lalu transfer DP Rp 10juta/orang. File dokumen pas foto 4×6, KTP, KK, surat nikah di-scan dikirim via email. Paspor asli dan kartu meningitis dikirim via paket. Paket koper, baju seragam dan perlengkapan lainnya juga dikirim via paket. Cuma kami berdua yang berangkat dari Semarang. Nanti bersama yang lainnya ketemu di bandara di hari keberangkatan. Tiket Semarang-Jakarta beli sendiri.

Alhamdulillah hingga beberapa hari menjelang keberangkatan semuanya lancar. Kecuali visa yang bikin kami agak deg2an. Saya sampai memantau via web embassy-nya Saudi lho.. hehe.. pengawasan intens dan ketat.

Perlengkapan yang dibawa

Gak perlu banyak2.. secukupnya saja. Saya bawa 3 jenis tas: (1) Koper ukuran sedang yang terisi 2/3 nya; (2) Tas ransel supaya lebih enak bawanya, gak terlalu bikin pegal pundak; (3) Tas tenteng dari biro travel yang pas berangkat saya masukin ke dalam koper

  1. Gamis 6: seragam, hitam 2, putih, bercorak 2
  2. Pakaian tidur 2: berupa gamis juga yang nyaman dipakai tidur, tapi bisa buat pergi juga.. karena saya berencana gak cuci baju di sana
  3. Pakaian dalam: 5-6 sudah cukup, Bawa yang disposable, tapi tetap ya kurang nyaman, jadi saya cuci pakaian dalam di sana
  4. Singlet 3
  5. Legging 2
  6. Manset tangan kaos 2
  7. Jilbab lebar 5: seragam, hitam, coklat, putih, bercorak
  8. Daleman jilbab 4: hitam, putih, coklat, abu2
  9. Mukena 1
  10. Jaket 1
  11. Sepatu 1: dipakai
  12. Kaos kaki 5
  13. Alat mandi+pembalut/pantyliner
  14. Kacamata hitam
  15. Obat2an
  16. HP, kamera, charger, dompet, paspor
  17. Cemilan dan minum untuk di perjalanan
  18. Alqur’an, buku doa, catatan

Sandal saya beli di sana. Sajadah juga beli di sana. Ketika berangkat isi tas ransel saya no. 15-18. Jaket juga saya pakai kalau2 kedinginan di bandara atau dalam pesawat.

Simple kan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s