Religi · Uncategorized

Pengalaman umroh (3): Mekah

Pelaksanaan umroh

Sampai di Mekah rombongan langsung menuju hotel Amjad Jazira. Setelah makan malam dan taruh barang, lanjut menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh. Sudah sekitar jam 9-10 malam waktu itu. Tapi suasana sekitar Masjidil Haram masih ramai sekali. Kami pun masuk, masih bersama2 antara laki2 dan perempuan. Sholat jamak magrib dan isya berjamaah.. baru setelah itu turun tangga untuk menujuuu… Ka’bah.

Waktu melihat untuk pertama kalinya… masyaa Allah… Seperti mimpi2 yang jadi kenyataan. Yang selama ini hanya saya lihat gambarnya di buku, hiasan dinding rumah dan videonya di layar tv. Sekarang bisa hadir di sini. Saya tatap lekat2 beberapa saat. Terasa keagungan dan kemuliaan Allah SWT. Di bawah langit hitam nan pekat. Menambah suasana semakin terasa syahdu.

Suasana ramai dengan para tamu Allah.. tapi terasa hening. Gimana ya.. seperti bisa mendengar suara orang2 bicara dengan jelas dan jernih walau jaraknya agak jauh..

Alhamdulillah saat itu orang yang thowaf tidak terlalu ramai. Jadi tidak terlalu berdesak2an. Rombongan kami dipisah antara grup laki2 dan perempuan, yang masing2 ada pembimbingnya. Jadilah kami perempuan berlima saja plus pembimbing.

Thowaf dimulai dari tegak lurusannya Hajar Aswad sebanyak 7 putaran. Sebenarnya saat thowaf kita diperbolehkan membaca doa, dzikir ataupun bacaan al Qur’an apa saja. Jadi ga ada bacaan tertentu. Kecuali setelah sampai di Rukun Yamani sampai Hajar Aswad membaca doa sapujagat.

“Robbana aatinaa fid dun-ya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qina ‘adzaaban naar.”

“Wahai Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Setelahnya, sholat 2 rakaat di belakang maqom Ibrahim, dengan rakaat pertama membaca surat pendeknya al Kafirun, dan rakaat kedua bacaan surat pendeknya al Ikhlas. Lalu minum air zam2. Lumayan kehausan habis thowaf. Lalu lanjut Sa’i di mulai dari bukit Shafa ke Marwah bolak balik 7x, dengan Shafa ke Marwah dihitung 1x, Marwah ke Shafa dihitung 1x.

Selanjutnya tahalul alias potong sedikit rambut. Kami dibantu oleh ibu2 dari Malaysia karena ternyata kami ko ya lupa ga ada yang bawa gunting. Lalu kembali ke hotel deh. Saya sampai kamar duluan. Mas Yudha kemudian. Lebih lama karena ternyata mampir ke barbershop dulu untuk botakin habis rambut. Karena kebaikannya 3x lipat bagi laki2 dibanding kalau cuma potong sedikit rambut. Sayang kan sudah jauh2 masa ga ambil pahala yang maksimal.

Beribadah di Masjidil Haram

Keesokan harinya acaranya memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Karena hotel yang kami inapi hotel bintang 3, jadi jaraknya agak jauh pakai nyebrang jalan kalau menuju ke Masjidil Haram. Jadi lumayan persiapannya kalau mau ke Masjid. Kalau di Madinah mau ke Masjid Nabawi cukup setengah jam sebelum adzan, nah kalau di Mekah ini paling telat 1 jam sebelumnya lah idealnya sudah sampai di Masjidil Haram. Itupun sudah ramaaaiii sekali shaf2 terisi. Kalau datang setengah jam sebelumnya ada beberapa pintu yang sudah ditutup karena penuh dan dijaga askar. Jadi bakal mesti cari tempat lain either ke atas atau ke bawah. Kalau sudah mepet waktunya bakal tambah panik karena orang makin banyak dan makin banyak yang sudah penuh juga, jadi ngos2an cari tempat. Karena Masjidil Haram ini masya Allah luasnya.

20170507_154105

Kalau ingin dapat tempat VVIP apalagi deh, mesti 1.5 jam atau 2 jam sebelumnya lebih aman. VVIP menurut saya maksudnya tempat paling premium, yaitu tempat di mana ketika kita duduk bisa langsung menatap Ka’bah. Suasananya bakal beda rasanya sholat di tempat yang cuma beberapa meter jauhnya dari Ka’bah.

20170507_141700

Enaknya di Masjidil Haram ini semua pintu masuk bisa untuk laki2 dan perempuan. Tapi shaf2nya tetap terpisah. Jadi tersebar dalam grup2 shaf2 laki2 dan perempuan di seantero Masjidil Haram ini. Untuk saya dan mas Yudha yang seringnya ke Masjid berdua, jadi gampang janjian ketemuannya lagi setelah sholat.

Jadwal kami waktu di sana, sholat subuh ke Masjid, terus pulang, mandi, sarapan… waktu dhuha ke masjid lagi untuk thowaf, sholat sunnah, baca al Qur’an dzikir… terus ke foodcourt gedung seberang untuk minum jus buah dan nyemil2 makanan timur tengah.. 1 jam sebelum dhuhur balik ke Masjid lagi terus pulang ke hotel untuk makan siang. Istirahat sejenak terus sudah siap2 buat berangkat lagi untuk sholat ashar. Habis ashar pulang lagi ke hotel nyelonjorin kaki sebentar, atau mampir lagi ke foodcourt. Terus siap2 berangkat untuk sholat maghrib nyambung ke isya. Habis isya baru pulang makan terus tidur.

Kadang liat sikon juga kalau ga terlalu ramai kami sempatin thowaf lagi. Karena kalau malam lebih adem rasanya, tapi ramai. Kalau waktu dhuha agak sepi mungkin karena banyak yang istirahat untuk mandi dan sarapan setelah sholat subuh dan thowaf, tapi pas silau2nya. Siang kadang gak begitu ramai, mungkin karena cenderungnya habis sholat dhuhur waktunya makan siang. Dan panas serta silau juga. Hehehe intinya kalau niat mah mau thowaf ya thowaf saja. Kami mencoba thowaf di berbagai waktu, dengan suasana dari yang sepi sampai benar2 padat. Puncak padat seingat saya habis maghrib menjelang isya. Karena mungkin banyak yang ga pulang kan nanggung waktunya dari maghrib ke isya dekat. Jadi banyak yang manfaatkan untuk thowaf, adem pula kan sudah malam. Waktu terlengang seingat saya yang kami alami ya waktu awal dhuha itu tadi.

Tur keliling kota Mekah

Ini keesokan harinya lagi, kami jalan2 keliling kota Mekah untuk mengunjungi tempat2 bersejarah Islam: Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur (Gua Hira). Jadi terbayang kalau suatu saat tiba waktunya kami naik haji. Berhentinya di Jabal Rahmah. Lainnya kita keliling saja naik bis sambil lihat2 sementara muthowwif menjelaskan dan bercerita. Masya Allah yang namanya Padang Arafah dan Mina itu luas banget. Ga kebayang kalau haji itu tempat bakal jadi lautan manusia. Benar2 fisik, kesabaran dan keimanan kita diuji. Yang biasanya tinggal di rumah yang nyaman kali itu akan merasakan nginap di tenda dengan kondisi dan fasilitas terbatas. Di suhu yang lumayan panasnya apalagi kalau lagi musim panas. Mudah2an bisa dapat kesempatan naik haji dalam kondisi yang masih fit. Aamiin.

IMG-20170508-WA0033

Siap2 pulang

Besok harinya ga terasa sudah tiba saatnya menuju Jeddah untuk siap2 pulang. Sekitar waktu dhuha kami thowaf wada. Itu adalah saat tersedih. Habis sholat di belakang Maqom Ibrahim saya nangis. Sedih mau meninggalkan Masjidil Haram dan Mekah. Dan Ka’bah. Semoga suatu saat bisa kembali lagi ke sini.

20170510_132440

Sebelum dhuhur kami berangkat menuju Jeddah. City tour keliling2 Jeddah. Lumayan ada hijau2nya sedikit kalau di Jeddah. Pakaian perempuannya juga ga semuanya tertutup seperti di Madinah dan Mekah. Karena bukan tanah haram juga, ada orang2 non muslim juga di sini. Mampir ke tempat perbelanjaan. Tapi sudah ga nafsu belanja selain beli jus buah dan oleh2 coklat kerikil pesanan Saskia. Jus buah all the time. Karena memang seger banget meneguk jus buah di tempat yang panas seperti di sini.

Terakhir menuju bandara Jeddah. Dan berpisahlah kami dengan muthowwif lokal. Bandara Jeddah tidak terlalu besar. Dan tidak teratur juga antriannya. Mesti banyak bersabar di sini lah. Well, ya se-gaenak-gaenaknya negeri ini, tetap saja ingin kembali lagi.

We will come back.. insyaa Allah.

Advertisements

3 thoughts on “Pengalaman umroh (3): Mekah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s